Surabaya - Para penyair lintas benua yang berasal dari beberapa negara menulis kesannya di kanvas saat pertama kali datang ke Surabaya di kediaman Wali Kota, Jalan Sedap Malam Surabaya, Selasa. Penggagas Forum Penyair Internasional Indonesia (FPII) 2012, Henky Kurniadi mengatakan dalam kesempatan berkunjung ke Surabaya, para penyair menulis puisi singkat sebagai kesannya berada di Kota Pahlawan. "Para penyair mendedikasikan tulisan ini sebagai hadiah untuk Surabaya. Ini juga sebagai tanda terima kasih telah berkenan hadir," ujarnya kepada wartawan. Surabaya mendapat kehormatan sebagai tempat pemuncak dari rangkaian perhelatan akbar FPII 2012. Kali ini, forum berskala internasional tersebut diikuti oleh 17 penyair dari 10 negara dan 26 penyair dari berbagai kota di Indonesia. Ia berharap seluruh rangkaian dan kegiatan penyair di Surabaya memperoleh kesan positif yang nantinya bisa diceritakan oleh penyair ke publik di negaranya masing-masing. "Dengan kepedulian tinggi yang diberikan wali kota, kami optimistis kegiatan ini sukses dan berkesan bagi penyair dan membawa implikasi positif bagi pengembangan kebudayaan di Indonesia," kata dia. Beberapa tulisan di kanvas yang ditulis penyair diantaranya, "Warm City of Heroes" yang ditulis Vonani Bila asal Afrika Selatan, "City of herois don't sleep" ditulis F. Aziz Manna asal Indonesia, "In my language 'heroes' are called Magamba" ditulis Chirikure asal Zimbabwe, dan beberapa tulisan lainnya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sendiri diberi kesempatan pertama kali dan menulis "Selamat pagi puisi dunia di Surabaya". Kemudian seniman sekaligus penyanyi legendaris Indonesia Sawung Jabo menulis singkat "Jrang-Jreng-Jrong". Menurut Tri Rismaharini, kedatangan penyair di Surabaya diharap bisa membangun budaya bangsa di mata dunia. Untuk mengembangkan kesenian, ia mengaku memfasilitasi dengan membangun taman-taman yang bisa dijadikan latihan sekaligus rekreasi. "Karena itulah kami persilahkan rombongan mampir ke taman-taman kota di Surabaya. Nanti bisa diceritakan ke rekan-rekan penyair di negaraya masing-masing," tukas dia. FPII dimulai 10-12 April 2012. Hari pertama di Surabaya, usai diterima Wali Kota, rombongan diberi kesempatan mengunjungi Balai Kota Surabaya dan melihat beberapa tempat bersejarah di Surabaya. Pada hari berikutnya, rombongan mengikuti diskusi budaya di beberapa universitas serta acara utama di Taman Budaya Cak Durasim. Tidak hanya itu saja, sebelum meninggalkan Surabaya, rombongan dijadwalkan menikmati pemandangan Jembatan Suramadu dari laut Selat Madura menumpangi Artama Harbour Cruise milik PT. Pelindo III. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026