Surabaya - Delegasi "University of Malaya" (UM) Malaysia melakukan studi banding ke Kota Surabaya, Kamis, terkait manajemen pengelolaan sampah, khususnya inisiatif proyek kompos. Delegasi UM yang datang ke Surabaya sebanyak tiga orang. Mereka adalah Ketua Koordinator "Zero Trash Campaign" Prof Dr Sumiani Yusoff, Sekretaris Logistik dan Akomodasi Ng Chee Guan, dan Sekretaris Zero Trash Campaign Keng Zi Xiang. Kasubag Kerja Sama Luar Negeri Pemkot Surabaya Ifron Hady menjelaskan maksud kunjungan delegasi UM adalah untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang sistem manajemen limbah, khususnya inisiatif proyek kompos. "Ketiga anggota rombongan tersebut kami antar berkunjung ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya di Jalan Menur Nomor 37," katanya. Di hadapan delegasi Malaysia, Kasubag Umum dan Kepegawaian DKP Surabaya Wisnu Wibowo menjelaskan sejarah perkembangan kebersihan di Kota Surabaya serta prosesnya hingga Kota Pahlawan berhasil mengelola sampah dengan baik. Menurut Wisnu, keberhasilan Kota Surabaya tidak bisa dilepaskan dari peran serta masyarakat, LSM, perusahaan, dan para pemangku kepentingan ("stakeholder") lainnya yang perhatian dengan masalah kebersihan. "Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, namun perlu partisipasi dari semua kalangan untuk dapat mengimplementasikan sistem pengelolaan lingkungan," terangnya. Wisnu juga menggarisbawahi peran penting fasilitator dan kader lingkungan yang ada di Surabaya. "Awalnya, jumlah fasilitator hanya belasan. Mereka menyebarkan materi secara turun temurun dan berhasil mengkoordinasikan kader lingkungan. Para kader lingkungan pun juga mengajar sehingga dia jadi fasilitator, begitu dan seterusnya hingga saat ini jumlahnya sudah jauh berkembang," ujarnya. Sementara itu, salah seorang delegasi UM Malaysia, Sumiani menuturkan, saat ini pihaknya sedang menggalakkan sebuah proyek bernama "Zero Trash Campaign" di Malaysia yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan bebas sampah dengan cara menekan jumlah sampah dengan berbagai metode, salah satunya kompos dan daur ulang. "Surabaya memiliki reputasi yang sangat bagus dalam pengelolaan lingkungan maka dari itu kami datang ke sini untuk mendapatkan informasi," tuturnya. Bahkan, Sumiani terkesan ketika disodori beberapa contoh produk hasil daur ulang karya UMKM Kota Surabaya. "Wah cantik sekali tas ini. Model dan desainnya sangat bagus seolah bukan seperti barang bekas," ujar Sumiani. Selaian itu, delegasi UM mengunjungi rumah kompos di belakang kantor DKP. Di sana mereka mengamati proses pembuatan kompos dan biogas. Selain itu, para insan akademisi asal negeri jiran itu juga melawat ke rumah kompos Bratang dan kampung Gundih. (*)
Berita Terkait
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Khofifah di Grahadi
19 Januari 2026 20:55
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
Wagub Jatim: ANTARA berkontribusi cerdaskan masyarakat
16 Desember 2025 15:35
Kepala Biro ANTARA Jatim perkuat soliditas tingkatkan kinerja songsong 2026
15 Desember 2025 20:23
