Kediri - Ribuan orang dari berbagai daerah memadati kawasan Gunung Kelud (1.730 mdpl) di Perkebunan Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatann Ngancar, Kabupaten Kediri, Minggu, mengikuti prosesi ritual larung sesaji. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Kediri Edhi Purwanto mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk melestarikan budaya. Warga mengucapkan syukur dengan menggelar larung sesaji. "Ini sebagai wujud syukur atas rejeki yang diberikan. Daerah ini cukup subur, hingga tanaman pun berkembang baik. Untuk itu, kami dukung agar acara ini tetap berlangsung," katanya mengungkapkan. Ia mengatakan kegiatan ritual ini adalah bagian dari tradisi yang patut dilestarikan. Walaupun kawah yang dulu berupa danau telah berubah menjadi anak gunung, kegiatan ritual itu tetap dipertahankan. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang promosi bagi Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mengenalkan tentang Gunung Kelud. Terlebih lagi, gunung ini menjadi wisata alam terbaik se-Jawa Timur, pada 2011 yang sudah ditetapkan oleh Pemprov Jatim. Untuk lebih menarik perhatian wisatawan, pemerintah juga membangun beberapa fasilitas seperti infrastruktur yang terus dibenahi, pusat makanan dan minuman, tempat istirahat, hingga bioskop yang memutar film tentang kegunungapian. "Kami sudah resmikan untuk yang bioskop. Kami harap, adanya gedung ini bisa membuat masyarakat lebih mengerti kegunuapian serta tentang Kelud," katanya mengungkapkan. Dalam acara itu, kegiatan ritual juga dihadiri oleh pemeluk agama Hindu. Mereka ikut berdoa di lokasi kawah, sebagai upaya untuk meminta keselamatan pada Tuhan dan mengucapkan syukur nikmat yang diberikan. Panitia acara, Suprapto mengatakan kegiatan prosesi tidak dijadikan satu antara warga yang menggelar larung sesaji dengan dengan ritual umat Hindu. Untuk lokasi larung sesaji, dialihkan di sebalah kanan dari lorong, sementara tiual umat hindu dialihkan ke lokasi kawah. "Kami ingin jadikan acara ini lebih khidmat, untuk itu kami sengaja pisahkan. Terlebih lagi, banyak pengunjung yang sengaja datang saat acara ini, jadi kalau dijaidkan satu tidak mungkun cukup," kata Suprapto. Sejumlah pengunjung mengaku sengaja datang ke lokasi gunung. Selain melihat hiburan yang disuguhkan oleh panitia, juga ingin melihat langsung ritual larung sesaji. Ia juga ingin melihat langsung kondisi anak Gunung Kelud saat ini. "Kelud banyak perubahan, terutama fasilitas. Namun, alangkah lebih baiknya jika penerangan di jalan diperbaiki. Kalau malam, tentunya sangat gelap," kata Nana, salah seorang pengunjung asal Tulungagung. (*)
Berita Terkait
Perhutani Banyuwangi mitigasi bencana bagikan ribuan bibit pohon buah
5 Januari 2026 13:00
BPBD Pasuruan: Banjir masih genangi ribuan rumah di dua kecamatan
4 Januari 2026 19:53
Ribuan pelayat shalatkan jenazah pemimpin Pondok Pesantren Gontor
4 Januari 2026 12:16
Konflik Thailand-Kamboja reda, ribuan pengungsi pulang ke rumah
31 Desember 2025 12:27
Ribuan guru Ponorogo gelar aksi tolak mutasi kepala sekolah
31 Desember 2025 06:39
Polres Blitar musnahkan ribuan botol minuman keras dan puluhan knalpot
30 Desember 2025 06:15
Ribuan PPPK Paruh Waktu Banyuwangi sumbang bibit pohon untuk reboisasi
29 Desember 2025 10:29
Ribuan wisatawan kunjungi Gunung Papandayan
28 Desember 2025 09:46
