Moskow (ANTARA/AFP) - Pemimpin terakhir Uni Sovyet Mikhail Gorbachev mengatakan, Rabu, Rusia harus membatalkan hasil pemilihan legislatif akhir pekan bermasalah yang dimenangi partai berkuasa kubu Vladimir Putin dan mengadakan pemilihan umum baru. "Para pemimpin negara harus mengakui bahwa ada banyak pemalsuan dan pencurangan dan hasil pemilu itu tidak mencerminkan kehendak rakyat," kata Gorbachev kepada kantor berita Interfax. "Karenanya saya rasa mereka hanya bisa mengambil satu keputusan -- membatalkan hasil pemilihan itu dan mengadakan pemilu baru," lanjutnya. "Dengan berjalannya waktu semakin banyak orang Rusia yang tidak percaya bahwa hasil pemilu yang diumumkan itu jujur," kata Gorbachev. "Dan, menurut saya, mengabaikan opini publik mendiskreditkan pemerintah dan membuat keadaan tidak stabil," tambah mantan presiden Uni Sovyet itu. Reformasi perestroika dan glasnost Gorbachev pada 1980-an telah mengubah arah sejarah yang mempercepat runtuhnya Uni Sovyet dan membebaskan Eropa timur. Gorbachev, pemenang Nobel Perdamaian yang secara rutin mengecam Putin di masa silam, dikagumi di Barat namun tidak banyak dihormati di kalangan penduduk jelata Rusia. (*)
Berita Terkait
Mikhail Gorbachev wafat pada usia 91 tahun
31 Agustus 2022 06:42
Gorbachev: Pengerahan tentara AS di Afghanistan gagal sejak awal
17 Agustus 2021 18:46
Gorbachev Peringatkan Eropa Ancaman Perang
30 Januari 2015 06:19
Rusia tetap patuhi perjanjian kemitraan strategis dengan Venezuela
10 Januari 2026 10:21
Rusia: Aksi Trump di Venezuela ilegal
5 Januari 2026 08:56
Ukraina dituding serang kafe dan hotel di Kherson, 24 orang tewas
1 Januari 2026 22:30
Pemimpin Eropa tak percayai Trump, minta Zelenskyy waspada saat dialog
31 Desember 2025 15:45
