Bondowoso - Legiun Veteran Republik Indonesia atau LVRI Kabupaten Bondowoso, Jatim, bekerja sama dengan komunitas pecinta kereta api Daop IX Jember dan masyarakat pecinta kereta api Indonesia menggelar pameran foto untuk mengenang peristiwa bersejarah gerbong maut. Pameran yang digelar di bekas stasiun kereta api Bondowoso dan gelar mulai 23 hingga 26 November itu dibuka oleh Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Rabu. Sebanyak 70 foto yang ditampilkan dalam kegiatan itu terdiri atas 50 foto karya anggota komunitas pecinta kereta api Daop IX Jember dan 20 foto lama mengenai kereta yang diambil dari website milik orang Belanda. Gerbong maut adalah sejarah gugurnya para pejuang yang ditawan oleh penjajah pada 23 November 1947. Saat itu, pada Sabtu pagi Belanda mengumpulkan pejuang yang ditawan untuk dibawa ke Surabaya. Sebanyak 100 pejuang diangkut dengan tiga gerbong kereta dalam kondisi tertutup rapat. Karena gerbong tidak ada ventilasi yang memadai, maka puluhan pejuang gugur dalam perjalanan ke Wonokromo, Surabaya, karena kepanasan dan tidak leluasa bernapas. Rhama Nurhiansyah, salah seorang panitia yang juga menampilkan karya foto menjelaskan, pameran ini digelar untuk mengenang kembali peristiwa gerbong maut yang sudah banyak dilupakan oleh generasi muda tersebut. "Kami berharap peristiwa gerbong maut ini tidak hanya dikenal di Bondowoso, tetapi juga seluruh Indonesia. Ini merupakan peristiwa gugurnya para pejuang dari Bondowoso akibat kekejaman penjajah," kata anggota komunitas pecinta kereta api Daop IX Jember ini. Ia mengemukakan, dipilihnya bekas stasiun itu sebagai lokasi pameran juga bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda akan sejarah angkutan kereta api di kabupaten penghasil makanan tapai ini. "Menurut rencana bekas stasiun ini kan akan dijadikan museum. Jadi ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat juga bahwa di Bondowoso dulu pernah ada angkutan kereta api," katanya menjelaskan. Pada pameran tersebut foto-foto karya para pecinta kereta api dengan berbagai objek, seperti gerbong kereta, suasana di stasiun dan di pinggiran rel kereta api. Sementara Bupati Amin Said Husni berharap agar peringatan sejarah gerbong maut ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda mengenai perjuangan para pendahulu menghadapi para penjajah. (*)
