Oleh Fiqih Arfani Surabaya - Menjadi seorang menteri yang namanya santer akan dirombak, tentu membuat perasaan menjadi tidak tenang. Seperti yang diceritakan Saifullah Yusuf yang karib dengan sapaan Gus Ipul, mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu yang sempat menjadi "korban" perombakan kabinet ("reshuffle"). "Perasaan saya waktu itu sangat tidak tenang karena disebut-sebut media sebagai salah satu menteri yang diganti. Kalau bahasanya anak zaman sekarang, perasaan saya galau," ujar Gus Ipul, yang mantan Ketum GP Ansor ini. Pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tahun periode 2004-2009, terjadi dua kali perombakan kabinet. Pertama pada 5 Desember 2005, presiden mengumumkan perombakan terbatas Kabinet Indonesia Bersatu, yang kemudian dilantik pada 7 Desember 2005.Sedangkan pada 7 Mei 2007, presiden mengumumkan perombakan untuk kedua kalinya, yang kemudian dilantik pada 9 Mei 2007. "Nama saya sebenarnya sudah disebut akan diganti pada jilid pertama, namun akhirnya lolos. Tapi pada perombakan berikutnya, nama saya kena," ucapnya sambil tertawa. Saat itu, posisinya sebagai Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal digantikan oleh M. Luqman Edy. Pada perombakan tersebut Gus Ipul tidak sendirian, bersama empat menteri lainnya, namanya harus rela tergusur. Mereka yakni Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin yang diganti oleh Andi Mattalata, Menteri Negara BUMN Soegiharto diganti oleh Sofyan Jalil yang dipindah posisinya dari Menteri Informasi dan Komunikasi (Menkominfo). Jabatan Menkominfo sendiri dijabat oleh mantan Rektor ITS Surabaya, Muhammad Nuh. Nama lain yaitu Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra yang diganti oleh Hatta Radjasa. Nama Ketua Umum DPP PAN tersebut, sebelumnya menjabat Menteri Perhubungan yang diganti posisinya oleh Jusman Syafii Djamal. Sedangkan nama terakhir yakni Abdul Rahman Saleh sebagai jaksa agung, jabatannya diganti oleh Hendarman Supandji. Gus Ipul yang kini menjabat Wagub Jatim tersebut mengatakan, sehari sebelum diganti, ia menerima surat dari Presiden SBY yang berisi tentang pencopotan dirinya. Kalimat-kalimat terima kasih dan permohonan maaf mendominasi isi surat. "Beliau berterima kasih atas kinerja dan kerjakerasnya selama ini. Pak SBY juga meminta maaf dan bilang kalau saya masih muda serta memiliki kesempatan dan peluang lebih tinggi lagi di masa mendatang," tukasnya. Sehari kemudian, Presiden SBY mengumumkannya di depan publik. Mendengar namanya dirombak, suami Fatmawati Saifullah Yusuf tersebut mengaku pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT. Sehari pascapengumuman, ia baru dipanggil oleh presiden di kediaman Puri Cikeas. Saat pertemuan bersama empat mantan menteri lainnya, ia ditawari jabatan baru. "Tapi tidak menjadi duta besar seperti yang ditawarkan ke mantan menteri lainnya. Saya ingin menjadi orang biasa saja, hingga mendapat kesempatan menjadi komisaris BRI," tutur bapak dua anak tersebut. Kepada sang istri, ia juga meminta agar tidak sedih dan menerima kenyataan. Gus Ipul mengaku bahwa jabatan menjadi menteri bisa diganti kapan saja, karena memang sudah ada kontrak siap diganti. Mantan Sekretaris Jenderal DPP PKB itu juga mengaku pengalamannya tersebut dijadikan ajang evaluasi untuk berusaha menjadi lebih baik ke depannya. Pria yang juga pernah menjadi petinggi DPP PPP tersebut mengungkapkan, bahwa perombakan kabinet dipengaruhi oleh tiga hal, yakni kompetensi, dukungan politik dan mengikuti irama presiden. Sementara itu, menanggapi isu perombakan nasional sekarang, Wakil Gubernur Jawa Timur itu menilai bahwa isu perombakan kabinet kali ini lebih menegangkan dibandingkan eranya dulu. Dikatakannya, yang mempengaruhi ketegangannya yakni situasi politik yang tengah menghangat. "Dulu suasananya tenang dan tanda-tanda perombakan kabinet tidak 'seekstrem' sekarang," jelas dia.
Berita Terkait
Kemensos salurkan logistik hingga program pemulihan pascabencana Aceh
29 Desember 2025 20:11
Mensos sebut pengawasan penyaluran bansos lewat pemutakhiran data
29 Desember 2025 12:56
Seskab dan Gus Ipul bahas BLT pengungsi Sumatera, minimal Rp8 juta/KK
25 Desember 2025 05:57
Mensos apresiasi Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo berjalan baik
14 Desember 2025 22:07
Gus Ipul: Disabilitas terdampak bencana mendapat perhatian khusus
3 Desember 2025 13:56
Gus Ipul pastikan adanya hunian sementara untuk korban terdampak banjir
3 Desember 2025 10:41
Gus Ipul tegaskan bantuan daerah terisolir terus disalurkan lewat udara
2 Desember 2025 13:00
Gus Ipul pastikan bantuan mengalir ke semua titik pengungsian
1 Desember 2025 15:24
