Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam mengumumkan identitas pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, yang terjadi Minggu (25/9). "Setelah dilakukan penyelidikan yang antara lain berupa tes DNA, tes kecocokan gigi, dan sidik jari, dapat disimpulkan bahwa pelaku bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo adalah Pino Damayanto alias Ahmad Urip alias Achmad Yosfpa Hayat," kata Bachrul Alam di gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa. Pino Damayanto adalah nama yang tertera dalam ijazah SMA pelaku. Sedangkan Ahmad Urip adalah nama yang diberikan oleh orang tua pelaku karena pelaku dulu sering sakit-sakitan. Pino Damayanto lahir di Losari, Cirebon 19 Oktober 1980. Alamat pelaku adalah di Jalan Pendesan kota Cirebon. Mabes Polri menyatakan DNA pelaku cocok 100 persen dengan DNA pembanding milik keluarga yaitu istri Fitria Yosefa Dewi (37) dan anaknya Humaira Naila Husna (4). Pemeriksaan perbandingan antara DNA jenazah dengan keluarga dilakukan selama 20 jam dari jam 11 kemarin malam hingga jam 7.15 pagi tadi di rumah sakit Polri. Dalam pemeriksaan sidik jari yang pembandingnya diambil dari foto dan tanda tangan pelaku pada ijazah SMA, ditemukan terdapat 15 titik kesamaan dimana jika terdapat 12 titik yang sama sudah dapat dinyatakan positif. Pino Damayanto alias Achmad Yosefa Hayat memiliki catatan di Polres Cirebon berupa tindakan perusakan di sebuah minimarket di Cirebon pada Oktober 2010. Achmad Yosefa Hayat juga tercatat pernah mengantar pelaku bom bunuh diri di Masjid Ad Zikra Mapolres Cirebon, Syarif pada 15 April 2010.
Berita Terkait
Polri umumkan jadwal pemeriksaan istri Ferdy Sambo pada Jumat
18 Agustus 2022 12:23
Sore ini, Polri umumkan tersangka baru tewasnya Brigadir J
9 Agustus 2022 09:06
Hayat Tersangka Pelaku Bom Bunuh Diri Solo
27 September 2011 10:52
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
