Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jatim Imam Jauhari mengingatkan jajarannya agar jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas merah).
"Negara ini didirikan bukan untuk satu suku, satu agama, satu ras maupun satu golongan tertentu," ujar Imam yang membacakan amanat Menkumham Yasonna H Laolysaat menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT ke -78 Kemerdekaan RI di halaman depan Kanwil Kemenkumham Jatim, Kamis.
Di hadapan seluruh pegawai yang mengenakan pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia itu, Imam mengingatkan kembali awal mula pendirian Republik Indonesia. Menurutnya, pendirian negara ini melibatkan banyak tokoh dari berbagai suku, agama ras dan antar golongan.
Baca juga: Kemenkumham Jatim usulkan remisi bagi 17.106 narapidana
"Semua mempunyai pandangan dan pemikiran masing-masing, namun akhirnya melebur, menyatu, menata dan menyatukan niat untuk satu tujuan dan satu nama, Indonesia," ujarnya.
Untuk itu, Imam mengatakan bahwa negara terus berupaya selalu hadir untuk menyelesaikan permasalahan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga negara. "Pelayanan terbaik akan terus diberikan, kesejahteraan dan keadilan sosial terus diwujudkan," tuturnya.
Tak lupa, Imam juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajarannya yang sampai saat ini masih kompak, bersatu, saling menghargai, berkarya, berprestasi dan terus melaju untuk Indonesia maju.
"Tanamkan rasa ikut memiliki dan cinta tanah air, sebarkanlah kasih kemana saja, kepada siapa saja dan kapan saja agar kita dapat merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya," pesannya.
Dalam kegiatan tersebut juga diberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya. Yang merupakan sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus. Tentunya dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.
Di hadapan seluruh pegawai yang mengenakan pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia itu, Imam mengingatkan kembali awal mula pendirian Republik Indonesia. Menurutnya, pendirian negara ini melibatkan banyak tokoh dari berbagai suku, agama ras dan antar golongan.
Baca juga: Kemenkumham Jatim usulkan remisi bagi 17.106 narapidana
"Semua mempunyai pandangan dan pemikiran masing-masing, namun akhirnya melebur, menyatu, menata dan menyatukan niat untuk satu tujuan dan satu nama, Indonesia," ujarnya.
Untuk itu, Imam mengatakan bahwa negara terus berupaya selalu hadir untuk menyelesaikan permasalahan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga negara. "Pelayanan terbaik akan terus diberikan, kesejahteraan dan keadilan sosial terus diwujudkan," tuturnya.
Tak lupa, Imam juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajarannya yang sampai saat ini masih kompak, bersatu, saling menghargai, berkarya, berprestasi dan terus melaju untuk Indonesia maju.
"Tanamkan rasa ikut memiliki dan cinta tanah air, sebarkanlah kasih kemana saja, kepada siapa saja dan kapan saja agar kita dapat merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya," pesannya.
Dalam kegiatan tersebut juga diberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya. Yang merupakan sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus. Tentunya dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.
Pewarta: Indra SetiawanUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026