Trenggalek - Tujuh pusaka milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Kamis, dikirab (diarak) mengelilingi kota dalam rangka memperingati hari jadi daerah tersebut yang ke-817. Pawai pusaka itu sendiri diikuti oleh pejabat di pemerintahan kabupaten Trenggalek, diantaranya sekretaris daerah dan kepala bidang di masing masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan mengenakan pakaian adat Jawa. "Untuk agenda hari ini hanya kirap pusaka saja dibawa menuju pendopo kabupaten, rutenya sama seperti pawai-pawai sebelumnya. Kirab ini adalah bagian dari mengingatkan masyarakat tentang cikal bakal Kabupaten Trenggalek," kata Kordinator Prosesi Kirab Pusaka, Suparlan. Ia menambahkan tujuh pusaka dan lambang yang dikirab tersebut antara lain, Prasasti Kamulan, Tombak Korowelang, serta sejumlah lambang Kabupaten Trenggalek, termasuk lambang penghargaan Parasamya Karya Nugraha yang diterima Kabupaten Trenggalek dari presiden pada tahun 1974. Suparlan menjelaskan beberapa pusaka yang dikeramatkan tersebut, salah satunya adalah Prasasti Kamulan. Menurutnya, prasasti ini merupakan peninggalan Prabu Kertadjaja yang ditemukan di tanah perdikan Kamulan, Kecamatan Durenan. "Dari Prasasti Kamulan inilah kita bisa mengetahui sejarah lahirnya kabupaten ini, yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Trenggalek," terangnya. Kemudian ia juga menjelaskan sekilas keberadaan pusaka Tombak Korowelang. Sesuai dengan catatan sejarahnya, tombak tersebut adalah senjata andalan yang dahulunya digunakan untuk menghalau musuh yang hendak memporakporandakan Trenggalek. "Yang lain adaalah lambang Kabupaten Trenggalek kemudian Parasamya karya Nugraha, piala ini adalah penghargaan dari presiden tahun 1974 kepada Bupati Trenggalek, Seotran yang dinilai telah berhasil dalam pembangunan. Sedangkan sisanya, yakni piala Adipura, Songsong Agung Tungul Naga dan Songsong Agung Tunggul Praja," jelasnya. Pelaksanaan kirab pusaka tahun ini berbeda dibanding tahun yang lalu, karena dilakukan setelah tanggal kelahiran Kabupaten Trenggalek, yakni 31 September. "Terpaksa baru kami lakukan hari ini karena pada tanggal 31 September kemarin bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1432 H. Selain itu prosesi hari jadi juga kami undur menjadi tanggal 16 September dengan alasan yang sama," terang Suparlan. Meskipun mengalami penundaan pelaksanaan, Suparlan menjamin rangkaian acara yang rutin diadakan tiap tahun itu tetap digelar sebagaimana mestinya, sehingga tidak mengurangi adat istiadat yang ada. "Hari ini pusaka dikirab sampai pendopo kebupaten, kemudian untuk penyerahannya atau prosesi hari jadinya baru dilaksanakan besok pagi (Jumat, 16/9), sekitar pukul 08.00 WIB. Jadi untuk masyarakat yang mau menyaksikan silahkan bebondong-bondong ke pendopo kabupaten, besok pagi (Jumat pagi)," ujarnya berpromosi. Lanjut dia, selain acara prosesi penyerahan pusaka di pendopo, panitia hari jadi juga akan menyuguhkan pesta kembang api serta pagelaran wayang kulit di Stadion Menak Sopal, Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek yang dilaksanakan pada malam harinya. "Jadi pagi hari besok acara seremonial dipendopo dan malam harinya acara hiburan bersama Ki Anom Suroto di Stadion Menaksopal," terangnya.
Berita Terkait
Taman Zakat bangun fasum untuk warga Dusun Mloko Trenggalek
13 Agustus 2025 14:32
Polres Trenggalek transplantasi terumbu karang guna peringati HUT Polairud
8 Desember 2024 19:43
HUT ke-24 Apkasi, Novita Hardini gagas "women program"
10 Juni 2024 06:38
Grand final putri otonomi Indonesia tutup HUT 24 Apkasi di Trenggalek
9 Juni 2024 22:32
Spekatakulernya pertunjukan cahaya dan suara di tebing HUT Apkasi 2024
9 Juni 2024 17:33
"TGX Street Fashion" Trenggalek berlangsung meriah
7 Juni 2024 22:56
Kabupaten Trenggalek jadi tuan rumah HUT Apkasi 2024
5 Juni 2024 01:57
269 warga binaan Rutan Trenggalek dapat remisi kemerdekaan
17 Agustus 2023 20:47
