Surabaya - Sebanyak 73 orang anggota delegasi Pemprov Yala, Thailand, mengunjungi Kota Surabaya, Sabtu, guna melakukan studi banding atas keberhasilan Kota Surabaya dalam hal penataan kota dan pengelolaan lingkungan. Para anggota delegasi Pemprov Yala tersebut dipimpin Wakil Gubernur Yala, Nattapong Sirichana. Mereka diterima secara resmi oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya. Rencananya, rombongan dari Negeri Gajah Putih itu akan berada di Surabaya selama dua hari mendatang. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melakukan studi banding tentang pengelolaan administrasi pemerintah daerah, pengelolaan lingkungan hidup, pengelolaan limbah dan pengelolaan air. Menurutnya, salah satu faktor utama keberhasilan Surabaya meraih berbagai penghargaan di bidang lingkungan hidup adalah pemberdayaan masyarakat. "Sebagian besar program Surabaya mengandalkan peran aktif masyarakat, sebab tanpa kesadaran dan inisiatif dari masyarakat, maka program tersebut tidak akan berjalan efektif," ujar Risma. Wali Kota menambahkan, saat ini Surabaya belum memiliki hubungan kerjasama formal dengan kota-kota di Thailand. Risma berharap, kunjungan delegasi Pemprov Yala ini mampu meningkatkan hubungan kedua belah pihak. "Mudah-mudahan kedatangan saudara membuka jalan kerjasama di masa medatang," katanya. Sementara itu, Nattapong Sirichana mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang telah diberikan oleh Pemkot Surabaya. Ia mengatakan, Surabaya tidak beda jauh dengan tempat asalnya sehingga ketika menginjakkan kaki di Surabaya, rasanya seperti menemui saudara jauh. Nattapong juga mengaku mendapat banyak hal berharga yang bisa dipelajari dari Surabaya. "Terima kasih, kami belajar banyak hal dari kota ini, terutama mengenai penataan kota dan lingkungannya," ujarnya dalam bahasa Thai. Usai acara tersebut, rombongan delegasi Yala diajak melihat koleksi stan Dekranasda yang ada di Balai Kota. Banyak di antara anggota rombongan yang tertarik dan memborong produk-produk dekranasda seperti kerajinan tangan, kain batik, dompet, cinderamata, serta makanan khas Surabaya. Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke sejumlah obyek wisata di Surabaya antara lain Wisata Religi Sunan Ampel serta berbelanja di Handycraft Center Dekranasda ITC Mega Grosir.
Berita Terkait
Pakistan dan Thailand minta klarifikasi AS soal pembekuan visa
16 Januari 2026 13:12
PMCAF Thailand visited Jakarta to support award-winning teacher
14 Januari 2026 08:30
Thailand bebaskan 18 tentara Kamboja seiring gencatan senjata
31 Desember 2025 17:00
Konflik Thailand-Kamboja reda, ribuan pengungsi pulang ke rumah
31 Desember 2025 12:27
Thailand tunda pembebasan tentara Kamboja
31 Desember 2025 09:03
China pertemukan menlu Kamboja-Thailand pascagencatan senjata
30 Desember 2025 09:50
BNN-Thailand perkuat kolaborasi kejar gembong narkoba Fredy Pratama
29 Desember 2025 22:45
Menlu China sampaikan kelegaan Kamboja-Thailand capai gencatan senjata
29 Desember 2025 12:22
