Bojonegoro - Bantuan dana sebesar Rp3,7 juta/hektare bagi petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang tanaman padinya puso seluas 9.247 hektare, diperkirakan akhir Agustus ini sudah bisa dicairkan.
"Kalau sekarang sudah ada seluas 2.333 hektare yang proses administrasinya rampung, dan dana bantuan dari Kementerian Pertanian akhir Agustus ini sudah bisa diterima para petani," kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Subekti, Kamis.
Lainnya, lanjutnya, masih dalam proses verifikasi administrasi, termasuk mengumpulkan data rekening bank kelompok tani sebagai penerima dana bantuan itu."Lainnya disalurkan secara bertahap," ucapnya, menambahkan.
Ia menjelaskan, pihaknya semula mengajukan usulan kepada Kementerian Pertanian, untuk petani penggarap lahan seluas 13.800 hektare yang bisa mendapatkan bantuan dana untuk mengelola sawahnya.
Masalahnya, lahan tanaman padi mereka, pada musim tanam (MT) II lalu, gagal panen, akibat diserang hama wereng coklat. Tanaman padi yang diserang hama wereng tersebut mulai yang haru berusia tujuh hari hingga menjelang panen.
Namun, kata Subekti, setelah dilakukan verifikasi oleh Kementerian Pertanian, daftar usulan petani penerima bantuan yang disetujui seluas 9.247 hektare dari 568 kelompok tani (sekitar 33 ribu petani) yang tersebar di 258 desa.
Yang jelas, lanjutnya, bantuan dana bagi petani tersebut, sebagai usaha untuk meringankan beban petani dalam menggarap lahannya, setelah mengalami gagal panen tanaman padi.
"Paling tidak dengan adanya dana bantuan itu, meringankan para petani," ujarnya, menambahkan.
Secara terpisah, Bupati Bojonegoro, Suyoto meminta, para petani bisa memanfaatkan bantuan dana tersebut, sebagai modal mengolah sawah. Setidaknya, dengan dana bantuan tersebut, biaya mengurangi biaya produksi dalam pembelian pupuk dan benih.
"Pengelolaan dana bantuan tersebut langsung ditangani kelompok tani," katanya, menjelaskan.
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026