Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Pacitan menangani kasus meninggalnya seorang nelayan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Selasa (2/6) malam.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar di Pacitan, Rabu, mengatakan korban bernama Ivermoon Kaensigne (54) dievakuasi dari tengah laut ke RSUD dr. Darsono Pacitan setelah mengalami gangguan kesehatan saat melaut.
"Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama sejumlah nelayan berangkat melaut sekitar pukul 16.00 WIB untuk mencari ikan menggunakan jaring jenis eder," kata Ayub .
Saat proses penarikan jaring pada malam hari, korban tiba-tiba mengeluhkan sakit kepala sebelum mengalami kejang dan tidak sadarkan diri.
Mengetahui kondisi tersebut, nakhoda kapal menghentikan aktivitas penangkapan ikan dan membawa korban kembali ke Pelabuhan Tamperan untuk mendapatkan pertolongan.
"Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas," ujarnya.
Polisi bersama tenaga medis selanjutnya melakukan identifikasi dan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan tidak menemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, petugas menemukan kondisi kuku jari tangan, mulut, dan lidah korban membiru yang mengarah pada dugaan serangan jantung.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pacitan AKP Khoirul Maskanan mengatakan pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan mengajukan permohonan agar tidak dilakukan autopsi.
"Jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan," kata Khoirul.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.