Kediri - Tuan rumah Kota Kediri merajai cabang tenis meja dengan menyapu bersih tujuh medali emas yang diperebutkan pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur III tahun 2011. Setelah berjaya di nomor beregu putra dan putri, petenis meja Kota Kediri kembali tampil perkasa dengan merebut lima medali emas di nomor perorangan pada final di GOR Sanjaya, Kediri, Rabu. Kelima medali emas itu disumbangkan Achmad Ma'rufin di nomor tunggal putra, Septiani (tunggal putri), Achmad Ma'rufin/Gilang Maulana (ganda putra), Gustin/Septiani (ganda putri), dan Achmad Ma'rufin/Septiani (ganda campuran). "Kami puas bisa memenuhi target menyapu bersih medali emas," kata Manajer Tim Tenis Meja Kota Kediri, Simon Sujono. Hasil tujuh emas ini lebih baik dibanding pencapaian pada dua edisi Porprov Jatim sebelumnya yang masing-masing merebut enam medali emas. Satu medali emas lainnya direbut petenis meja asal Kota Surabaya. Dominasi petenis meja Kota Kediri memang sudah diprediksi sejak awal, karena mereka memiliki kualitas atlet lebih baik dibanding daerah lain. Kecuali ganda campuran, empat nomor final dikuasai Kota Kediri. Pada nomor tunggal putra, Ma'rufin mengalahkan rekan sedaerahnya Gilang Maulana dengan skor 3-0. Sementara Septiani juga menundukkan rekannya sendiri Gustin 3-1. Sedangkan di ganda campuran, pasangan Ma'rufin/Septiani menumbangkan Gilang/Komala 3-0 juga dari Kota Kediri. Kemudian pasangan Gustin/Septiani menang atas Mega/Komala 3-1. Kota Surabaya sebenarnya memiliki kesempatan menjegal ambisi tuan rumah di nomor ganda putera, tetapi pasangan Alfian/Nazar dipaksa menyerah 1-3 oleh pasangan Ma'rufin/Gilang Maulana. Dua petenis meja Kota Kediri, Ma'rufin dan Septiani, sama-sama menyumbangkan empat medali emas, baik dari nomor perorangan maupun beregu. "Saya senang dan puas bisa menyumbangkan empat emas, karena sejak awal saya memang memiliki target pribadi di Porprov tahun ini," kata Ma'rufin. Sementara itu, Manajer Tim Tenis Meja Surabaya, Heri Susanto, mengakui, tuan rumah memang layak mendominasi karena telah melakukan persiapan dengan maksimal, baik teknis maupun nonteknis. "Kami memang gagal menghadang mereka, tetapi anak-anak sudah bermain maksimal," ucapnya. Ia sempat mempertanyakan pemain tuan rumah Achmad Ma'rufin yang pada Porprov Jatim 2009 di Kota Malang sempat menjadi polemik ofisial daerah, dan kali ini kembali dimainkan. "Seharusnya dia sudah menghuni Puslatda Jatim, setelah merebut medali emas di Porprov 2009. Tapi, kenapa itu tidak dilakukan Pengprov PTMSI Jatim," ujarnya.
Berita Terkait
Pelatih Porprov Surabaya Belum Terima Bonus
24 Agustus 2011 21:05
KONI Surabaya Evaluasi Cabor Gagal Raih Emas
31 Juli 2011 13:10
Atlet Porprov Lamongan Terima Bonus
27 Juli 2011 20:31
Bonus Atlet Porprov Surabaya Rp2,55 Miliar
27 Juli 2011 18:15
Sabtu, Piala Porprov 2011 Diarak Keliling Surabaya
22 Juli 2011 20:21
Juarai Porprov, Atlet Surabaya Diarak Keliling Kota
21 Juli 2011 22:21
Wushu Surabaya Ungguli Sidoarjo di Porprov
21 Juli 2011 22:19
Surabaya Hatrik Juara Umum Porprov
20 Juli 2011 21:36
