Kediri - Sejumlah atlet yang berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi III Jawa Timur tahun 2011 di Kota Kediri, dilaporkan mengalami mual dan diare diduga keracunan makanan basi jatah dari panitia. Informasi yang diperoleh wartawan di Kediri, Minggu, menyebutkan, atlet yang mengalami masalah kesehatan itu berasal dari cabang olahraga pencak silat, di antaranya dari Kabupaten Sumenep dan Kota Surabaya. Pelatih Tim Pencak Silat Kabupaten Sumenep, Hairil Anwar, mengatakan, sejumlah atletnya menderita pusing dan perut mual, beberapa saat setelah mengkonsumsi jatah makanan yang dikirim panitia Porprov. "Makanan dari panitia banyak yang sudah basi. Kami langsung minta anak-anak untuk tidak makan jatah konsumsi dari panitia dan membeli makan sendiri," katanya. Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kontingen Surabaya, Venny Pantouw, mengatakan, pihaknya mendapat laporan ada sekitar tujuh atlet pencak silat daerahnya yang mengalami diare, setelah mengkonsumsi jatah nasi kotak dari panitia. "Masalah ini sudah dilaporkan kepada penanggung jawab kontingen Surabaya dan disarankan untuk tidak makan jatah dari panitia," katanya. Komandan Kontingen Kota Surabaya, Sigit Sugiharsono, menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan seluruh ofisial cabang olahraga untuk mengantisipasi terulangnya kasus itu dengan menyiapkan makan sendiri bagi para atlet. "Kondisi semacam ini sudah kami antisipasi sejak awal, sehingga begitu ada masalah di lapangan, kami bisa langsung bergerak cepat," ujarnya. Sigit mengungkapkan, ketidakberesan soal makanan sudah dialami kontingennya sejak kedatangan awal rombongan besar di Kota Kediri pada Kamis (14/7). "Saat itu, ratusan atlet dan ofisial dari berbagai cabang olahraga sama sekali tidak mendapatkan jatah konsumsi dari panitia. Kami pun terpaksa membeli makan sendiri," ujarnya. Sejumlah ofisial dari berbagai daerah sebenarnya sudah menyampaikan masalah ini kepada PB Porprov Jatim sejak dua hari terakhir, tetapi penyelesaiannya ternyata tidak maksimal. Para ofisial pencak silat dari berbagai daerah akhirnya meluapkan kekecewaan tersebut dengan menumpuk jatah nasi kotak dari panitia dan sepakat tidak memakannya. Kabar yang diterima wartawan, Penanggung Jawab Distribusi Konsumsi Porprov Jatim, H Suharto, mengundurkan diri dari kepanitiaan, karena ada intervensi dari panitia distribusi lokal yang mengakibatkan munculnya persoalan di lapangan. "Sebenarnya spesifikasi dan distribusi konsumsi untuk peserta Porprov sudah sesuai tender. Tapi, masalah muncul setelah ada salah satu panitia penanggung jawab konsumsi lokal yang ikut campur," kata salah satu sumber di kepanitiaan Porprov Jatim.
Berita Terkait
PB Porprov Anggap Wajar Temuan Makanan Basi
18 Juli 2011 20:14
Atlet Porprov Jatim Keluhkan Makanan Basi
15 Juli 2011 16:04
Pelatih Porprov Surabaya Belum Terima Bonus
24 Agustus 2011 21:05
KONI Surabaya Evaluasi Cabor Gagal Raih Emas
31 Juli 2011 13:10
Atlet Porprov Lamongan Terima Bonus
27 Juli 2011 20:31
Bonus Atlet Porprov Surabaya Rp2,55 Miliar
27 Juli 2011 18:15
Sabtu, Piala Porprov 2011 Diarak Keliling Surabaya
22 Juli 2011 20:21
Juarai Porprov, Atlet Surabaya Diarak Keliling Kota
21 Juli 2011 22:21
