Jakarta - Pemerintah akan mengumumkan hasil penelitian tentang kandungan bakteri pada susu formula yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tanggal 8 Juli mendatang. "Kalau tidak berubah, nanti diumumkan tanggal 8 Juli di Kemenkominfo, pukul 10," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih usai pelantikan pejabat eselon I dan II di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa. Menkes menyebut pihaknya akan mengumumkan segala aspek dalam penelitian itu, mulai dari pengambilan sampel hingga jalannya penelitian. "Kita sudah siap. Kita akan berikan merek-merek mana yang kita periksa, terus hasilnya bagaimana dan dimana kami mengambil sampelnya, bagaimana memeriksanya, itu ada semua (di hasil penelitian)," ujar Menkes. Kontroversi susu formula berbakteri terjadi sejak adanya penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang bakteri Enterobacter Sakazakii pada tahun 2006 dan menemukan kontaminasi bakteri tersebut pada beberapa merek susu formula. Namun IPB menolak mengumumkan merek susu formula yang tercemar bakteri tersebut meskipun MA telah memerintahkan agar nama susu formula itu diumumkan. MA memerintahkan agar IPB membuka sampel penelitiannya atas gugatan yang diajukan oleh pengacara David Tobing yang merasa resah karena bakteri E. Sakazakii diketahui bisa memicu radang selaput otak atau meningitis yang mematikan. Terkait kasus tersebut, Kemenkes dan BPOM melakukan penelitian surveilans terhadap seluruh merek susu formula untuk menentukan ada tidaknya kandungan bakteri di susu-susu tersebut selama enam bulan terakhir dan kini hasilnya siap diumumkan.
Berita Terkait
Menkes apresiasi peran relawan Muhammadiyah tangani bencana
8 Januari 2026 15:20
Menkes sebut angka kematian pemotor mendominasi kecelakaan
22 Desember 2025 14:29
Prabowoterima laporan RS, puskesmas di Sumatera mulai beroperasi
16 Desember 2025 07:37
Menkes hadirkan PET Scan layani pasien BPJS Kesehatan di Jatim
18 November 2025 15:05
Kemenkes akan ubah sistem rujukan BPJS demi efisiensi layanan
13 November 2025 17:00
Menkes tinjau penanganan KLB campak di Sumenep
29 Agustus 2025 15:06
Menkes: Campak lebih bahaya dari COVID-19
28 Agustus 2025 16:34
Dasco telepon Menkes minta atasi KLB campak Sumenep
26 Agustus 2025 14:35
