Nikmati kota "kembaran" Surabaya dari Canton Tower (Video)

id canton tower, menara kanton, kota guangzhou, kembaran surabaya, sungai mutiara, landmark guangzhou

Nikmati kota

Canton Tower di Kota Guangzhou, China. (ANTARA Jatim/Zabur Karuru)

Surabaya (ANTARA) - Kota Guangzhou, Ibu Kota Guandong, China, merupakan sister city atau kota kembar dengan Kota Surabaya, mempunyai ikon baru yaitu Canton Tower atau Menara Kanton yang dibangun sejak 2008 dan terbuka untuk masyarakat umum pada 2010.

Dari menara setinggi total 600 meter terdiri atas menara utama 450 meter dan antena 150 meter, menjulang dan meliuk yang bila dilihat dari bawah atau dasar menara seperti pinggang gadis yang langsing.

Menara yang lokasinya pada bagian tengah beberapa gedung pencakar langit kawasan pusat kota baru atau Guangzhou New City Central ini menjadi lokasi pembukaan dan penutupan Asian Games XVI.

Pada malam hari pemandangan menara lebih menarik dengan lampu aneka warna yang meliuk dan berkedip menyelimuti menara yang menjadi landmark baru bagi kota berpenduduk sekitar 19 juta jiwa ini.

Pemandangan 360 derajat Kota Guangzhou dengan ratusan gedung pencakar langit, meliuk-liuknya sungai mutiara dengan aktivitas perahu barang hingga perahu wisata, hingga kepadatan lalu lintas pada jalan layang sampai bertumpuk empat dapat dilihat dari menara hingga pada bagian atap terbuka setinggi 450 meter.

Dengan tiket masuk 150 yuan atau sekitar Rp300 ribu, pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas tersedia, seperti restoran, bioskop yang memutar film tentang menara ini mulai pembangunan hingga konstruksi selesai dan beragam fasilitas tersedia.

Selain itu, pengunjung juga akan mendapatkan foto dari salah satu bagian menara yang menjorok dengan seluruh bagian dari kaca, sehingga pengunjung juga bisa merasakan sensansi ketinggian.

Terdapat dua tangki berisi air masing-masing 1.500 ton pada menara ini berfungsi untuk keseimbangan dan keamanan serta bila diperlukan (andai ada kebakaran) dapat berfungsi juga sebagai pemadam.

Menurut Claira Chen, salah seorang pemandu setempat, menara yang dikelola oleh pemerintah kota setempat bersama kalangan swasta ini menelan dana pembangunan 3 miliar yuan (sekitar Rp6 triliun), di mana setiap hari rata-rata dikunjungi 14 ribu wisatawan mancanegara maupun domestik.

Video Oleh Chandra Hamdani Noor
 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar