Penumpang kapal feri di Pelabuhan Ketapang membeludak (Video)

id Arus balik lebaran 2019, pelabuhan ketapang banyuwangi, pelabuhan gilimanuk, ASDP

Penumpang kapal feri di Pelabuhan Ketapang membeludak (Video)

Antrean kendaraan roda dua mengular di loket Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur. Minggu (9/6/19). (ANTARA Jatim/Novi H)

Banyuwangi (ANTARA) - Penumpang kapal feri di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu siang, membeludak, khususnya penumpang yang menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor) yang hendak menyeberang ke Pulau Bali.

Kendati loket tambahan dioperasikan, ratusan penumpang kapal feri rute Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, ini harus antre mengular, dan bahkan antrean di loket memanjang hingga di jalan raya beberapa ratus meter.

"Khusus loket kendaraan roda dua sudah ada delapan loket, dari sebelumnya hanya ada empat loket," kata salah seorang petugas Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang enggan disebutkan namanya.

Informasi yang dihimpun, antrean panjang penumpang kapal feri kendaraan roda dua di loket masuk pelabuhan terjadi sejak sekitar pukul 10.00 WIB, bahkan hingga pukul 12.30 WIB antrean panjang masih terjadi di loket kendaraan roda dua.

Bahkan beberapa penumpang kapal feri kendaraan roda dua yang membawa balita langsung menyerobot di bagian depan antrean.

"Maaf pak (kepada petugas) saya bawa balita kasihan..," kata salah seorang penumpang  perempuan sembari menggendong balita di sela antrean.

Berdasarkan data Angkutan Lebaran 2019 PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk, arus balik Lebaran di pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk terjadi sejak Sabtu (8/6), dengan jumlah penumpang yang menyeberang ke Gilimanuk sebanyak 52.603 orang.

Jumlah tersebut meningkat dibanding pada Jumat  (7/6) yang tercatat sebanyak 41.693 penumpang.

Arus balik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi diperkirakan masih berlangsung hingga Minggu malam, mengingat pada Senin (10/6), PNS dan karyawan perusahaan sudah mulai masuk kerja.

Video Novi Husdinariyanto
 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar