Rizal Ramli imbau Khofifah tidak terlalu sering kampanye pilpres

id rizal ramli,gubernur jatim,khofifah indar parawansa,pemilihan presiden

Rizal Ramli imbau Khofifah tidak terlalu sering kampanye pilpres

Ekonom Rizal Ramli (tiga kiri) saat menghadiri kampanye akbar 'Indonesia Menang' bersama Tim Prabowo-Sandi di Dyandra Convention Center Surabaya, Jumat (12/4/2019). (Antarajatim/Moh Asim)

Bu Khofifah sebagai gubernur harus fokus untuk mengurusi rakyat Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Ekonom Rizal Ramli mengimbau Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tidak terlalu sering berkampanye dalam rangka Pemilihan Presiden 2019.

"Bu Khofifah sebagai gubernur harus fokus untuk mengurusi rakyat Jawa Timur," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri kampanye akbar "Indonesia Menang" bersama Tim Prabowo-Sandi di Dyandra Convention Center Surabaya, Jumat.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman di kabinet Indonesia Kerja itu kenal dekat dengan orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut, termasuk dengan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, namun diharapkan tidak terlalu jauh mengurusi kampanye pilpres.

Diketahui, hampir mayoritas kepala daerah di Jatim, termasuk Khofifah, merupakan pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, bahkan membentuk Jaringan Kiai dan Santri Nasional (JKSN).

Tidak itu saja, bahkan jaringan yang dibentuk Ketua Umum PP Muslimat itu telah terbentuk di sejumlah kota, tidak hanya di Jatim, tapi juga di sejumlah daerah di Tanah Air.

"Saya minta Khofifah tidak kampanye lagi dan fokus memikirkan rakyat Jawa Timur," ucapnya.

Sementara itu, Rizal Ramli juga menyebut bahwa di tingkat struktural Nahdlatul Ulama (NU) mayoritas mendukung pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, namun sebaliknya di tingkat kultural atau massa akar rumput mendukung Prabowo-Sandi.

Pemilihan Presiden diselenggarakan pada 17 April 2019 dan diikuti dua pasangan calon, yaitu Jokowi-KH Ma`ruf Amin di nomor urut 01, serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut 02. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar