Jemblung ini sangat istimewa dan mempunyai ciri khas di lagunya, langgam untuk benar-benar tutur, menjadi tontonan dan tuntunan
Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan para budayawan di kabupaten tersebut menggelar Festival Jemblung yang diikuti peserta dari Kediri dan sekitarnya sebagai bagian dari pelestarian kesenian tradisional.

"Jemblung ini sangat istimewa dan mempunyai ciri khas di lagunya, langgam untuk benar-benar tutur, menjadi tontonan dan tuntunan. Di jemblung ini maksud kebanyakan adalah dakwah," kata Yustiono Fatoni, panitia acara tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu.

Ia mengatakan, kegiatan ini juga bagian dari melestarikan budaya. Panitia telah mengundang para seniman dari berbagai daerah di Kediri dan sekitarnya, namun yang ikut hanya tiga kelompok dari Kediri dan Blitar.

Walaupun minim peserta, kegiatan tetap berlangsung dengan lancar.

Menurut dia, kesenian jemblung ini sudah semakin langka. Banyak kelompok yang sudah tidak aktif lagi untuk pentas, karena berbagai kendala. Bahkan, untuk penerus kesenian ini juga tidak banyak.

Dari peserta yang ikut, termuda berusia sekitar 30 tahun, namun mayoritas peserta sudah tua, yakni 60 tahun ke atas. Namun, mereka tetap bersemangat demi melestarikan kesenian ini.

Dalam kesenian ini, selain istimewa di langgam karena banyak mengajarkan dakwah, juga tetap diselingi dengan Cerita Panji. Masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan menjadi lebih mengerti, sebab mereka ikut menonton festival ini hingga selesai.

Di jemblung, alat musik yang dimainkan adalah jedor, kempling, kempul, dan terbang. Selain itu, juga terdapat penyanyi yang melantunkan langgam dan setiap menyanyi juga melantunkan salawatan.

Ia menyebut, untuk kesenian jemblung saat ini banyak yang dikreasikan dengan berbagai kesenian lainnya, misalnya dengan wayang suket, wayang kulit, maupun wayang krucil. Hal itu dilakukan agar dakwah sekaligus berkesenian terus lestari.

Di sejumlah sekolah di Kabupaten Kediri, Yustiono menyebut sebenarnya ada kegiatan ekstrakurikuler untuk pelajar belajar kesenian, termasuk jemblung.

Namun, sejumlah sekolah masih terkendala dengan peralatan, sehingga kurang maksimal ketika pelajar belajar kesenian jemblung.

Dia berharap dengan festival ini bisa mengetuk pintu hati pejabat di Kabupaten Kediri, termasuk sekolah, agar mendukung program kesenian daerah.

Kegiatan festival juga dikemas dengan kirab budaya di wisata air Sumber Sugih Waras, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Selain jemblung, juga terdapat berbagai macam kegiatan lain, misalnya pentas jaranan, calung angkasa, mocopat, reog, hingga bancaan 1.000 pincuk makanan.

Acara yang digelar selama dua hari yakni Sabtu-Minggu (6-7/4), dalam rangkaian pekan budaya memperingati Hari Jadi ke-1215 Kabupaten Kediri.

Para peserta dan warga sangat antusias untuk memadati lokasi kegiatan itu. Mereka ikut menonton acara tersebut dari awal hingga akhir.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026