Kami memandang mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan masukan dan pengawasan terhadap kebijakan yang berdampak pada masyarakat.

Kediri (ANTARA) - Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kediri Raya, Jawa Timur, mendorong kepada pemerintah untuk memberikan penguatan kepada ekonomi di desa, sehingga masyarakat dapat lebih terlindungi. 

Koordinator Daerah Aliansi BEM Kediri Raya Faiq Taufiqurrohman, Selasa mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah perlu dicermati tidak hanya dari sisi indikator ekonomi makro, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini berdampak pada daya beli masyarakat.

"Ketika harga kebutuhan pokok meningkat, biaya produksi usaha kecil bertambah, dan biaya hidup semakin berat, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, stabilitas ekonomi perlu terus dijaga agar masyarakat tetap memiliki daya tahan menghadapi berbagai dinamika ekonomi," kata Faiq dalam keterangannya di Kediri. 

Faiq dalam forum konsolidasi yang digelar di Gedung A Kampus 2 Polinema PSDKU Kediri tersebut juga menambahkan penguatan ekonomi desa juga harus lebih diperhatikan.

Pemerintah mempunyai program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program tersebut memiliki tujuan yang positif dalam memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pihanya berharap pelaksanaan program perlu disertai penguatan aspek partisipasi masyarakat, transparansi pengelolaan anggaran, serta penyesuaian dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing desa.

"Penguatan ekonomi desa merupakan agenda penting. Namun pelaksanaannya perlu memperhatikan kondisi riil masyarakat di lapangan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam forum tersebut, peserta juga menekankan pentingnya menjaga ruang bagi desa untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan lokal, sekaligus mendorong sinergi antara program pemerintah dengan potensi ekonomi yang telah berkembang di masyarakat.

Faiq menegaskan Aliansi BEM Kediri Raya akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kajian akademik, pengumpulan data lapangan, serta penyampaian masukan yang konstruktif terhadap berbagai kebijakan publik.

"Kami memandang mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan masukan dan pengawasan terhadap kebijakan yang berdampak pada masyarakat. Harapannya, setiap program pembangunan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," katanya.

Pihaknya juga mengajak kalangan akademisi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil untuk berpartisipasi dalam mengawal pelaksanaan kebijakan publik guna mendukung pembangunan yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

"Pandangan yang kami sampaikan merupakan bentuk partisipasi mahasiswa dalam kehidupan demokrasi. Kami berharap setiap kebijakan pembangunan dapat terus disempurnakan agar mampu menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Faiq.

Aliansi BEM Kediri Raya, kata dia, juga  terus berkontribusi melalui kajian, diskusi, dan pengawasan yang objektif guna mendukung terwujudnya pembangunan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri juga mendorong setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di daerah ini mempunyai fokus usaha.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengemukakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Kediri, telah berdiri di 343 desa dan satu kelurahan. Pemkab ingin agar mereka memiliki fokus usaha.

"Mereka yang sekarang menjadi ketua koperasi ini perlu wawasan baru, maka perlu kolaborasi dengan BUMN supaya mereka dapat menangkap kira-kira lini usaha yang akan menjadi fokus," kata dia. 

Pemerintah kabupaten juga memberikan penguatan usaha pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di kabupaten ini. Hal ini sesuai program pemerintah, bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari agenda strategis nasional untuk mendorong kemandirian ekonomi desa melalui koperasi berbadan hukum. 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026