Genera-Z Berbakti diharapkan bisa menjadi ruang kolaborasi generasi muda untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat lokal
Surabaya (ANTARA) - Universitas Airlangga dan Universitas Cenderawasih bersaing menghadirkan program pemberdayaan masyarakat untuk Desa Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dalam ajang Genera-Z Berbakti 2026 yang digelar Bakti BCA guna menjawab persoalan lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi desa.
“Genera-Z Berbakti diharapkan bisa menjadi ruang kolaborasi generasi muda untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat lokal," kata Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Desa Patakbanteng berada di jalur menuju kawasan wisata Dieng dan dikenal sebagai salah satu gerbang utama pendakian Gunung Prau. Desa yang masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 itu memiliki potensi wisata alam, pertanian, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Meski memiliki potensi besar, desa tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan seperti pengelolaan sampah yang belum terpadu, tingginya angka stunting, rendahnya kehadiran warga di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), hingga tingginya angka putus sekolah.
BCA berharap para finalis dapat memberikan kemampuan terbaiknya untuk memperjuangkan ide-ide yang diusung di hadapan panelis.
"Sebagai bagian dari komitmen Bakti BCA, kami ingin memastikan Genera-Z Berbakti BCA 2026 dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan inovasinya secara inklusif seraya menyelaraskan perlindungan alam dengan penguatan kapasitas serta ekonomi masyarakat lokal” katanya.
Tim Universitas Airlangga melalui proposal Amerta Pertiwi menawarkan program pengelolaan lingkungan, revitalisasi bibit berbasis energi terbarukan, sistem peternakan, serta penguatan kapasitas masyarakat berbasis teknologi.
Program yang diusulkan meliputi Rumah Kompos dengan sistem Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), Rumah Bibit berbasis smart greenhouse energi terbarukan, serta Rumah Inovasi yang mencakup Dapur Stunting, perpustakaan desa, layanan konseling, hingga aktivasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM.
Sementara itu, tim Universitas Cenderawasih melalui program LESTARI menghadirkan solusi pengelolaan lingkungan dan penguatan kesehatan masyarakat berbasis digital.
Program tersebut meliputi TRASHFORMER untuk pengelolaan sampah terpadu, NutriMom untuk edukasi gizi 1.000 hari pertama kehidupan, CEHATI untuk skrining penyakit tidak menular (PTM), serta platform Desasehat.id untuk pemantauan stunting dan hipertensi warga desa.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.