Lamongan (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan program hilirisasi pertanian harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi modern, penguatan koperasi, serta pengelolaan hasil panen yang terintegrasi.
"Hilirisasi bukan hanya menguntungkan yang bekerja di hilir, tetapi juga harus menguntungkan para petani padi," kata Rachmat Pambudy saat menghadiri Gerakan Tanam Padi di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu.
Ia menjelaskan hilirisasi pertanian yang menjadi arahan Presiden dilakukan melalui modernisasi sektor pertanian mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, hingga panen dan distribusi hasil produksi.
Menurut dia, penggunaan teknologi seperti tray semai, transplanter, drone pertanian, dan combine harvester dapat meningkatkan efisiensi produksi, yang kemudian diperkuat dengan sistem penyimpanan dan distribusi melalui koperasi.
Rachmat menilai Lamongan memiliki modal kuat untuk mengembangkan hilirisasi pertanian karena tidak hanya menjadi salah satu sentra produksi padi dan jagung di Jawa Timur, tetapi juga memiliki dukungan kelembagaan ekonomi yang dapat menopang rantai pasok hasil pertanian.
"Lamongan tidak hanya unggul di jagung dan padi, tetapi juga memiliki potensi untuk unggul dalam hilirisasinya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan peningkatan produksi pangan nasional harus diawali dengan peningkatan luas tanam yang didukung ketersediaan sarana dan prasarana pertanian.
"Kalau ingin panen lebih banyak, maka tanamnya juga harus lebih banyak. Karena itu kebutuhan petani harus dipenuhi, mulai dari air, pupuk hingga alat dan mesin pertanian," katanya.
Ia mengapresiasi capaian sektor pertanian Lamongan yang selama ini mampu mempertahankan produktivitas pangan serta melampaui target luas tambah tanam yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa combine harvester, traktor, dan drone pertanian kepada Kabupaten Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pemerintah daerah menargetkan luas tambah tanam mencapai 233 ribu hektare pada 2026 melalui optimalisasi seluruh potensi pertanian yang ada.
Ia menjelaskan upaya tersebut dilakukan dengan memaksimalkan jaringan irigasi, memanfaatkan bantuan pompa air, melakukan normalisasi saluran irigasi, serta memperluas penggunaan teknologi modern dalam proses budidaya.
"Penanaman, pemupukan, hingga penyemprotan hama terus kami transformasikan menggunakan teknologi modern agar produktivitas pertanian dapat terus meningkat," katanya.
Kabupaten Lamongan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur dengan kontribusi produksi padi yang konsisten tinggi serta menjadi daerah yang aktif mendorong modernisasi sektor pertanian guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026