Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin meninjau lokasi pembangunan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Senin.
Pembangunan Brigif TP dan Yonif TP itu merupakan bagian dari percepatan program penguatan pertahanan dan pembangunan kawasan.
Sekitar 102 hektare lahan milik Perhutani disiapkan untuk mendukung proyek tersebut, terdiri atas 65 hektare untuk pembangunan Yonif TP dan 37 hektare untuk Brigif TP.
Pangdam mengatakan pembangunan Brigif TP dan Yonif TP di Ponorogo masuk tahap IV program strategis TNI Angkatan Darat bersama 16 titik pembangunan lain di wilayah Kodam V/Brawijaya.
Menurut Rudy, dukungan masyarakat, pemerintah daerah, dan Perhutani menjadi faktor penting agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
"Harapannya komunikasi dengan masyarakat, Perhutani dan Pemkab Ponorogo berjalan baik sehingga proses pembangunan tahap awal sampai selesai bisa sukses," kata Rudy.
Selain memperkuat sistem pertahanan wilayah, keberadaan satuan baru tersebut juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Rudy mengatakan aktivitas prajurit dan pembangunan kawasan berpotensi mendorong tumbuhnya usaha pendukung, seperti perdagangan, jasa, dan sektor ekonomi lokal lainnya.
"Biasanya dampaknya besar untuk ekonomi warga. Bisa muncul warung, toko dan usaha lainnya selama tertata rapi dan tidak mengganggu aktivitas prajurit," ujarnya.
Apabila pembangunan selesai secara penuh, tambah Pangdam, kawasan tersebut diperkirakan akan ditempati lebih dari 1.000 prajurit TNI.
Sementara pada tahap awal, sekitar 500 hingga 600 prajurit ditargetkan mulai menempati lokasi itu pada pertengahan Juli 2026.
Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan prioritas awal berupa penyelesaian empat unit barak berikut fasilitas sanitasi dan instalasi listrik.
"Selanjutnya nanti ada pembangunan lanjutan, seperti perumahan dan fasilitas lainnya secara bertahap," kata Pangdam.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.