Banyuwangi (ANTARA) - Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan perusahaan rintisan teknologi ritail Warung Pintar menggelar ajang Hackathon Pintar 1.0 atau ajang pekan retas dimulai 29 hingga 30 2019 dalam rangka mencari solusi dan mengakselerasi kinerja UMKM dan pariwisata kabupaten setempat.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas , Jumat, mengemukakan ajang yang diikuti sekitar 150 peserta ini merupakan wujud pemerintahan kolaboratif.
"Di era saat ini, tak bisa lagi pemerintah daerah merasa sok pintar, maka yang harus dilakukan adalah kolaborasi," ucap Anas.
Kegiatan hackathon, menurut ia, dalam pemerintahan semacam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) atau Musrenbang gaya baru. "Kita ajak anak-anak muda sumbang solusi lewat teknologi, apa sih yang mereka tawarkan dan rencanakan untuk meningkatkan kinerja pariwisata dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM)," kata Bupati Banyuwangi dua periode itu.
Dalam dunia teknologi, katanya, hackathon merupakan ajang pengembangan teknologi untuk tujuan tertentu, dan di ajang Hackathon Banyuwangi, ini para pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras berkolaborasi, mulai program komputer, desainer grafis, hingga desainer antarmuka untuk menciptakan teknologi bagi pengembangan UMKM dan wisata.
Pada kegiatan hackathon seri berikutnya, lanjut Anas, setelah UMKM dan pariwisata nantinya akan ada hackathon pelayanan publik, mencari ide segar layanan masyarakat, dan juga membuat hackathon anggaran publik untuk mencari terobosan pengelolaan APBD yang makin akuntabel.
"Dari 150 peserta ini tergabung dalam 50 tim, kami pilih tiga pemenang yang menawarkan solusi paling tepat untuk UMKM dan pariwisata, hadiahnya Rp30 juta," kata Anas.
Ajang hackathon ini disambut antusias para milenial pengembang teknologi dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Bali, Jember, Banten, Malang, Bandung dan Balikpapan.
Putu Gery Wahyu salah seorang peserta asal Bandung mengaku selain untuk menuangkan ide-ide dari kegiatan tersebut juga untuk "travelling' ke Banyuwangi.
"Kebetulan Banyuwangi lagi jadi buah bibir wisata, makanya ke sini sekalian ingin mengeksplorasi destinasi wisatanya," ujar mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Gery bersama dua rekannya membuat aplikasi bernama "Jelajah Banyu" yang menawarkan kemudahan bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Banyuwangi.
"Misalnya saat wisatawan klik Pantai Bangsring Underwater, muncul fasilitas apa saja yang bisa dinikmati, mulai diving, snorkeling, hingga melihat baby hiu, sehingga tidak perlu bingung bertanya lagi," terang Gery.
Chief Technology Officer Warung Pintar, Sofian Hadiwijaya mengatakan peserta kompetisi merupakan tim pilihan yang proposal karyanya telah dilakukan seleksi terlebih dahulu.
"Dari 88 tim yang mendaftar, kami hanya pilih 50 tim terbaik untuk ikut ajang ini, selanjutnya saat hackathon berlangsung, mereka diberi waktu 24 jam untuk merealisasikan idenya. Juri akan melihat originalitas ide, konsep, dan manfaatnya kepada masyarakat Banyuwangi," ujarnya. (*)
