Petugas KPK geledah ruangan kepala Kemenag Jatim

id Kanwil Kemenag Jatim,ott kpk,Kpk geledah kantor kemenag,kemenag jatim digeledah

Petugas KPK geledah ruangan kepala Kemenag Jatim

Ruangan Kepala Kantor Kemenag Jatim yang disegel KPK. (Ist)

Sidoarjo (ANTARA) - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangan kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur di kawasan Juanda, Sidoarjo, Selasa, dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian.

Petugas yang datang dengan menggunakan kendaraan warna hitam langsung naik ke lantai dua tempat ruangan kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim berada.

Dari informasi yang dihimpun, petugas berjumlah sekitar delapan orang tersebut tiba sekitar pukul 14.00 WIB dan hingga pukul 17.30 WIB petugas masih belum keluar dari ruangan.

Penggeledahan ini diduga untuk mencari barang bukti, menyusul telah ditetapkannya status tersangka terhadap Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim Haris Hasanuddin oleh KPK beberapa hari lalu dalam kasus dugaan suap.

Belum ada pernyataan resmi terkait dengan penggeledahan ini, namun yang jelas KPK sebelumnya sudah menyegel ruangan kepala Kanwil Kemenag Jatim setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Sebelumnya, Humas Kanwil Kemenag Jatim Markus mengatakan, pihaknya akan kooperatif dengan KPK apabila membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di kantor Kanwil Kemenag Jatim.

"Kanwil Kemenag Jatim siap membantu KPK agar kasus dugaan jual beli jabatan di tubuh instansi ini cepat selesai," katanya.

Ia mengatakan, Kanwil Kemenag Jatim juga prihatin dengan kasus tertangkapnya pimpinan instansi itu.

"Terkait OTT itu, tidak akan berpengaruh pada pelayanan di Kanwil Kemenag Jatim. Sebab, pelayanan di kantor ini sudah tersistem, sehingga tetap bisa berjalan meskipun Kakanwil Kemenag Jatim sudah menjadi tersangka," tuturnya.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin terjaring OTT KPK karena diduga terlibat kasus suap. Dalam penangkapan di Surabaya pada akhir pekan lalu, KPK juga menangkap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziey.(*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar