Cegah Tuberkulosis, Pemkot Mojokerto luncurkan program "Saber TBC PLISS"

id Pemkot mojokerto, ning ita, tubercolusis,SABER TBC PLISS

Cegah Tuberkulosis, Pemkot Mojokerto luncurkan program

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pemeriksaan TBC serentak di kota itu, Senin. (Humas Pemkot Mojokerto)

TBC adalah penyakit yang dapat diobati dengan berobat secara teratur. Hidup bersih dan sehat merupakan kunci penanggulangan penyakit TBC
Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur, Senin, meluncurkan program "Saber TBC PLISS", sebuah program yang dilaksanakan untuk mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis di kota tersebut.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, program Saber TBC PLISS merupakan singkatan dari "Sapu Bersih TBC dengan Periksakan diri, Lindungi keluarga dari kesakitan TBC, Ingin berobat sampai sembuh dan periksa rutin, Semangat sehat dan Sehat produktif". 

"Di Kota Mojokerto ditemukan 75 kasus TBC (Tuberculosis) pada anak-anak dari total 391 kasus. Rasio penderita TBC anak-anak adalah 19,1 persen, di mana proporsi maksimal adalah 15 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat sumber penularan alias masih ada pasien TBC dewasa yang belum ditemukan dan diobati di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita, sapaan wali kota, saat pemeriksaan TBC serentak di kota itu.

Dijelaskannya, TBC merupakan penyakit berbasis lingkungan yang menular, infeksius serta menjadi 10 masalah penyakit di dunia. Ning Ita menargetkan pada akhir tahun 2019 tidak ada lagi daerah kumuh di kota yang dipimpinnya.

"TBC adalah penyakit yang dapat diobati dengan berobat secara teratur. Hidup bersih dan sehat merupakan kunci penanggulangan penyakit TBC. Masyarakat yang terkena TBC jangan malu untuk berobat," katanya.
 
Ning Ita meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) di SMKN 1 Kota Mojokerto (Foto Humas Pemkot Mojokerto)

Sebelum meluncurkan program Saber TBC PLISS, Ning Ita meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) di SMKN 1 Kota Mojokerto.

Menurut Ning Ita, UN adalah cara untuk menguji kemampuan belajar dan daya ingat sekaligus kesiapan mental anak-anak.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, kesuksesan tidak bisa kita raih dengan cara instan. Tidak bisa kita raih secara kebetulan.Tetapi semuanya butuh proses, butuh perjalanan, butuh  persiapan dan strategi yang matang sekaligus kerja keras dan kerja cerdas," ujarnya.

Ning Ita juga memotivasi para siswa bahwa hasil yang diperoleh adalah sebagaimana usaha yang dilakukan.

"Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha yang kalian lakukan pasti tidak akan mengkhianati hasilnya. Oleh karena itu jadikanlah perjuangan menghadapi ujian ini sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kalian, bagi guru-guru kalian," kata Ning Ita.(*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar