Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kota Mojokerto mendorong kepada kelompok wanita tani (KWT) di kota setempat fokus pada penanaman sayur sebagai komoditas unggulan guna mewujudkan ketahanan pangan.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Kamis, mengatakan kondisi keterbatasan lahan di Kota Mojokerto masih sangat memungkinkan untuk ditanami sayur mayur.
Perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan metode tanam modern seperti hidroponik maupun greenhouse farming memberi peluang besar bagi KWT untuk menghasilkan produk sayuran yang bersih, segar, dan konsisten dari sisi kualitas maupun kuantitas.
"Saya berharap dengan keterbatasan lahan ini, untuk ketahanan pangan yang paling memungkinkan di Kota Mojokerto adalah sayuran. Apakah itu skemanya dengan hidroponik atau greenhouse," kata Ning Ita saat hadir dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani yang digelar di PLUT Maja Citra Kinarya.
Ia mengatakan, peluang ekonomi bagi KWT sangat terbuka lebar apabila para anggotanya memiliki komitmen dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas.
"Apabila para anggota KWT punya komitmen dan bisa menghasilkan produk yang berkualitas, peluang untuk menjadi pemasok bagi pasar modern yang ada di Kota Mojokerto bisa kita upayakan," katanya.
Ning Ita juga menyampaikan bahwa pada 2026 akan ada gerakan menanam cabai serentak sehingga mampu mengatasi kelangkaan maupun kenaikan harga cabai.
"Cabai merupakan salah satu komoditas yang mempengaruhi inflasi khususnya menjelang hari besar," ujarnya.
Melalui pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari tanggal 11-12 Desember 2025 anggota KWT Kota Mojokerto diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dalam budi daya tanaman sayur yang sehat dan produktif.
Selain itu anggota KWT juga mampu memanfaatkan pekarangan dan manajemen kelompok dengan lebih baik dan meningkatkan kapasitasnya sebagai petani tanaman pangan dalam budi daya modern.
