Pedagang Pasar Gempol keluhkan sepi pembeli

id Pasuruan, Pasar Gempol

Pedagang Pasar Gempol keluhkan sepi pembeli

Kondisi di Pasar Gempol, Pasuruan, Jatim. (Indra)

Namun demikian, kami juga melihat masih ada stand yang kosong karena penjualnya lebih memilih untuk menutup toko mereka
Pasuruan (ANTARA) - Pada pedagang yang ada di Pasar Gempol, Pasuruan Jawa Timur mengeluhkan jika kondisi pasar saat ini masih sepi pembeli semenjak dibukanya kembali pasar usai dilakukan renovasi sekitar dua tahun yang lalu.

Salah satu pedagang, Yulia N, Kamis mengatakan, sepinya pembeli ini terjadi pada saat siang dan juga sore hari.

"Kalau pagi hari masih ada yang beli, tetapi sedikit. Tidak tentu setiap harinya," kata pedagang kebutuhan bahan pokok di tempat tersebut.

Ia mengaku, kondisi ini berbeda dengan perdagangan di pasar sebelum dilakukan renovasi, dimana denyut nadi perekonomian bisa berjalan dengan lancar.

"Kami berharap, para pembeli bisa kembali datang untuk berbelanja bahan-bahkan kebutuhan pokok mereka," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Haji Hamid yang mengaku jika hanya stand bagian tengah saja yang banyak di datangi oleh pembeli, sedangkan stand miliknya yang agak jauh kedalam juga jarang didatangi pembeli.

"Mungkin hanya pelanggan saja yang sudah tahu dan berbelanja ke tempat kami, namun kalau pembeli baru sepertinya jarang," katanya.

Ia menjelaskan, untuk bagian bahan kebutuhan pokok dan juga stand basah seperti daging mungkin bisa bertahan karena masih ada yang beli.

"Namun demikian, kami juga melihat masih ada stand yang kosong karena penjualnya lebih memilih untuk menutup toko mereka," katanya.

Sementara itu, Kepala Pasar Gempol Halevi saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar dan berpamitan kepada stafnya sedang rapat dinas.

Sedangkan Ayu Staf Pasar Gempol mengakui tidak memiliki wewenang banyak untuk memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait dengan sepinya kondisi pasar.

"Kalau jumlah stand yang ada sekitar 400 unit, tetapi kami tidak berani memberikan komentar yang lebih banyak," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar