Konsep Baru, Liga Basket Junior Digelar di Mal

id basket junior,dbl arena,surabaya

Konsep Baru, Liga Basket Junior Digelar di Mal

Pertandingan kedua, SMP Petra 1 Surabaya vs NSA Academy yang berlangsung ketat. (Foto (Dika Kawengian/DBL Indonesia)

Sebelumnya, liga selalu dilaksanakan di DBL Arena. Tahun ini berpindah ke dalam mal, yaitu di SCC Pakuwon Mall Surabaya
Surabaya (Antaranews Jatim) - Babak utama Liga Basket Junior bertajuk "Junior DBL East Java Series 2018-2019" resmi digelar di mal sebagai bentuk konsep baru dan segar yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Sebelumnya, liga selalu dilaksanakan di DBL Arena. Tahun ini berpindah ke dalam mal, yaitu di SCC Pakuwon Mall Surabaya," ujar Wakil Direktur DBL Indonesia Donny Rahardian di Surabaya, Jumat.

Melalui siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, perpindahan venue diharapkan lebih memperluas partisipasi, mulai dari siswa SD, SMP, hingga para orang tua dengan harapan semakin banyak orang yang ikut menjadi bagian dalam Junior DBL.

Babak utama Liga Basket Junior berlangsung 15 hingga 28 Februari 2019 yang diikuti 28 tim putra dan 28 tim putri dari 39 sekolah di Jawa Timur untuk memperebutkan gelar juara.

Pada Junior DBL kali ini, kata dia, panitia mengusung tiga pilar utama untuk dijadikan sajian selama turnamen berlangsung, yakni kompetisi basket, edukasi nutrisi dan pembangunan karakter.

"Tiga pilar tersebut selaras dengan tujuan DBL Indonesia, yakni memperluas partisipasi. Maka apa yang tersaji di venue dapat dinikmati oleh para peserta basket, suporter sekolah, guru dan orang tua," ucapnya.

Di tempat sama, panitia menggandeng Riliv, start-up penyedia jasa konseling, sekaligus menjadi tempat berbagi tentang permasalahan minat dan bakat anak yang dibantu para psikolog.

Selain itu, ada juga kelas nutrisi di bawah panduan UNICEF dan DBL Academy untuk memberikan edukasi tentang nutrisi yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak.

"Ini baru pertama kalinya saya datang di Surabaya, dan saya sangat terpukau dengan gelaran even ini. Sangat seru dan luar biasa," kata Chief of Communication and Public Advocacy UNICEF, Marc Vegara. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar