32,96 Persen Kekuatan APBD Surabaya 2019 Dialokasikan untuk Infrastruktur

id apbd surabaya 2019,infrastruktur,pemkot surabaya,eri cahyadi,antaranews jatim

32,96 Persen Kekuatan APBD Surabaya 2019 Dialokasikan untuk Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur salah satunya berupa Patung Suro dan Boyo akan menjadi ikon baru di kawasan pesisir pantai Kenjeran. (istimewa)

Problem genangan air di Surabaya menjadi salah satu fokus perhatian di bidang infrastruktur
Surabaya (Antaranews Jatim) - Sebanyak 32,96 persen kekuatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Surabaya, Jatim, pada 2019 sebesar Rp9,5 triliun dialokasikan untuk bidang infrastruktur kota.
     
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di Surabaya, Senin, mengatakan bidang infrastruktur kota yang dimaksud yakni mulai dari pembangunan dan perawatan saluran air, hingga penyelesaian sejumlah proyek prestisius.
     
"Problem genangan air di Surabaya menjadi salah satu fokus perhatian di bidang infrastruktur," katanya. 
     
Eri mencontohkan pembangun infrastruktur berupa pemasangan box culvert di Sememi yang sudah selesai akhir bulan lalu. Begitu juga progres pengerjaan box culvert di Rejosari yang dimulai 5 Januari lalu sudah mencapai 50 persen. 
     
Selain itu, lanjut dia, kawasan Bongkaran juga sudah ditanami box culvert sehingga tinggal 50 meter saluran yang belum diberi penahan beban. Proyek itu segera dilanjutkan karena sudah masuk perencanaan tahun ini.
     
"Untuk proyek basemen Balai Pemuda ditarget selesai akhir tahun ini," katanya. 
     
Menurut Eri, dengan beroperasinya basemen Balai Pemuda seluas 1.000 meter persegi itu, maka Jalan Yos Sudarso dengan persil di ujung Jalan Pemuda akan tersambung. Pengerjaan basemen dilakukan secara multiyears dengan anggaran total Rp80 miliar. Untuk tahun ini, dana yang disiapkan pemkot sebesar Rp24 miliar.
     
Eri menambahkan kawasan Kenjeran juga akan dipoles habis-habisan untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara. Area sekitar Jembatan Suroboyo akan ditata ulang. 
     
Begitu juga Taman Suroboyo di Bulak akan segera dilengkapi dengan patung simbol Suro dan Boyo. Patung setinggi 25,6 meter tersebut nantinya akan menjadi patung Suro dan Boyo terbesar di Surabaya. 
     
"Targetnya tahun ini selesai dan bisa dinikmati sebagai salah satu lanskap khas Surabaya," kata mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya tersebut.
     
Untuk Sentra Ikan Bulak (SIB) nantinya juga akan dibenahi dengan lantai 2 SIB akan terhubung ke Taman Suroboyo melalui jembatan. Daya pikat taman hiburan pantai Kenjeran semakin sempurna jika nanti "cable car" atau kereta gantung sudah beroperasi.
     
Secara teknis, kata Eri, kereta gantung akan selesai April nanti. Namun, pengoperasiannya masih harus menunggu izin pemanfaatan ruang dari Pemprov Jatim. Ia berharap Mei izin sudah turun. (*) (ADV)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar