Hujan Lebat, Laga Proliga 2019 Terhenti Satu Jam

id hujan lebat ,proliga 2019,kota kediri ,gor jayabaya kediri

Hujan Lebat, Laga Proliga 2019 Terhenti Satu Jam

Suasana saat pertandingan Final Four Proliga 2019 di Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/2) malam. (Antara Jatim/Asmaul Chusna)

Kemarin itu sangat layak, karena jarang pemakaian skala nasional jadi diperlukan pemeliharaan dan itu bisa dilakukan.
Kediri (Antaranews Jatim) - Kejadian hujan lebat melanda saat kompetisi final four Proliga 2019 di Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya Kota Kediri, Jawa Timur, sehingga sempat dihentikan karena air menetes hingga lapangan yang digunakan untuk kompetisi basah.

"Hujan lebat pertandingan sempat terhenti, itu karena ada beberapa tetesan di lapangan sehingga mau tidak mau ditunda. Lapangan ini sangat berpengaruh dengan air, jadi saat air menetes itu berisiko pada pemain," kata Wakil Direktur Proliga Regi Nelwan di Kediri, Minggu malam.

Ia mengatakan, pertandingan sempat terhenti hingga satu jam. Rentang waktu tersebut tidak membuat pertandingan antara tim putri Jakarta PGN Popsivo Polwan melawan Jakarta BNI 46 batal, sebab sesuai dengan aturan rentang jeda maksimal hingga satu jam.

Hal itu juga terjadi karena faktor alam, yakni hujan yang sangat lebat turun. 

Pertandingan tersebut mulai digelar jam 16.00 WIB, namun harus terhenti sementara waktu. Namun, beruntungnya hujan reda, sehingga satu jam kemudian pertandingan kembali dilanjutkan. 

Nelwan mengatakan, saat survei sebelumnya GOR Jayabaya Kediri memang dinyatakan laik. Fasilitas di GOR juga baik, sehingga direkomendasikan untuk menjadi lokasi pertandingan Proliga 2019 tersebut.

Namun, dirinya meminta agar perbaikan GOR Jayabaya juga dilakukan secara menyeluruh, termasuk bagian atap. 

"Kemarin itu sangat layak, karena jarang pemakaian skala nasional jadi diperlukan pemeliharaan dan itu bisa dilakukan. Saya yakin bagian atas kemarin belum kelihatan. Sekarang sudah bisa dilihat (ada tetesan air) dan ke depan bisa diperbaiki. Kalau bisa diperbaiki, kenapa tidak proliga balik lagi ke Kediri," kata dia. 

Untuk animo penonton, ia mengakui di Kediri relatif bagus. Bahkan, banyak warga dari luar Kediri yang datang untuk menonton pertandingan tersebut.

Panitia mencetak sekitar 8 ribu tiket setiap harinya dan 90 persen habis terjual. Harga tiket kelas ekonomi adalah Rp50 ribu sedangkan kelas VIP adalah Rp150 ribu. 

"Kalau tiket kami siapkan lebih sampai 8 ribu. Kami lihat kemarin tiket habis terjual di atas 90 persen. Jadi, benar-benar animo sangat besar, bukan hanya dari warga Kediri, tapi warga sekitar. Ini sangat bagus," kata Nelwan. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar