Cuaca Ekstrem Wajib Asupan Bergizi

id cuaca ekstrem ,asupan bergizi,makanan bergizi,daya tahan tubuh

Cuaca Ekstrem Wajib Asupan Bergizi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Kohar Hari Santoso. (Antara Jatim/Asmaul Chusna)

Kediri (Antaranews Jatim) - Cuaca yang tidak menentu atau ekstrem membuat tubuh menjadi gampang sakit. Untuk itu mengonsumsi berbagai macam makanan yang bergizi bisa membuat daya tahan tubuh manusia menjadi lebih baik.

Demikian yang dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Kohar Hari Santoso.

"Masyarakat harus banyak makan makanan yang berkualitas, bergizi, makan buah yang mengandung vitamin C," katanya saat di Kediri, Minggu.

Ia mengatakan, dengan mengonsumsi berbagai makanan yang menyehatkan tubuh akan mempunyai daya tahan lebih kuat untuk menangkal berbagai serangan penyakit. 

Berbagai serangan penyakit terutama saat cuaca ekstrem bisa saja terjadi. Selain flu, ancaman penyakit yang banyak menimpa adalah demam berdarah.

Penyakit itu ditularkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk itu banyak berkembang biak terutama saat musim hujan pada sekitar Oktober hingga Maret. 

Nyamuk tersebut suka sekali bertelur di wadah yang terdapat air bersih. Nyamuk betina menghasilkan telur antara 100 sampai 200 telur per fase. Selama hidupnya, nyamuk betina bisa memiliki hingga lima fase bertelur dengan jumlah telur tergantung pada banyaknya darah yang diisap.

Telur-telur tersebut diletakkan pada permukaan yang basah atau air tergenang, misalnya lubang pohon, tong, ember, vas bunga, pot tanaman, tangki, botol bekas, kaleng, ban, pendingin air , dan sebagainya.

Namun, ia menegaskan telur yang sudah diletakkan tersebut bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama, bahkan bisa sampai setahun. Telur akan segera menetas jika terkena air dan menjadi nyamuk dewasa.  

Untuk itu, ia menekankan agar masyarakat bergotong royong dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massif. Dengan begitu, diharapkan bisa menekan populasi nyamuk. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar