Warna Warni Ketan Legenda Malang

id Ketan Legenda, Ketan Legenda Malang, Ketan Legenda Kota Batu

Warna Warni Ketan Legenda Malang

Menu Ketan Kicir (Gula Jawa). (Antara Jatim/A Malik Ibrahim)

Malang (Antaranews Jatim) - Menyajikan menu makanan ketan memang sangat biasa, namun apabila ketan tersebut diberi varian rasa dan warna menjadikan menu yang biasa itu menjadi luar biasa.

Itulah konsep dari Pos Ketan Legenda Malang yang menjual berbagai varian rasa ketan dan dipajang dengan warna-warna menarik, sehingga membuat lidah orang ingin merasakannya.

Pos Ketan Legenda Malang adalah bagian dari warung ketan legenda yang ada di Kota Batu, Jawa Timur. Pos ketan ini juga tersedia di berbagai daerah, salah satunya di Kota Surabaya.

Dinamakan Ketan Legenda, konon karena keberadaan warung ketan ini sudah ada sejak dulu sekitar 57 tahun yang lalu, dan nama tambahan Pos di depannya, karena warung awal berada di depan kantor pos kawasan Kota Batu.

Di Kota Malang, khususnya di kawasan Jalan Soekarno Hatta, keberadaan Pos Ketan Malang ini termasuk baru dan melengkapi jajaran kuliner di kawasan tersebut.

Varian yang ditawarkan antara lain ketan bubuk, ketan kicir (gula Jawa), ketan campur, ketan susu keju, ketan susu keju seses, ketan durian, ketan susu nangka, ketan susu nangka, ketan ayam pedas, ketan green tea, ketan tiramisu keju, dan ketan durian keju.

Ratna, salah satu mahasiswa perguruan tinggi negeri di Kota Malang, mengakui rasa Pos Ketan Legenda di Kota Malang tidak jauh berbeda dengan aslinya di Kota Batu.

Dan warungnya juga lebih luas serta tidak perlu antri untuk membeli seperti halnya di Kota Batu.

"Pos Ketan Legenda di sini cukup enak dan kami tidak perlu jauh-jauh ke Kota Baru apabila ingin ketan ini. Cukup jalan kaki dari kos-kosan," kata Ratna yang tempat kosnya berada di kawasan Soekarno Hatta. 

Perempuan asli Bogor ini berharap keberadaan Pos Ketan Legenda bisa lebih diperluas, khususnya di kawasan Bogor, sebab varian rasa menjadikan ketan ini belum banyak ada di berbagai daerah.(*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar