Bupati Pamekasan: Islam Tersiar Melalui Seni Budaya

id Kesenian Pamekasan,Baddrut Tamam,Bupati Pamekasan

Bupati Pamekasan: Islam Tersiar Melalui Seni Budaya

Bupati Pamekasan saat menghadiri acara dialog seni budaya Pamekasan. (Abd Aziz)

Kesenian itu malah bikin hidup menjadi lebih hidup, karena ada rasa, karsa dan cipta dalam seni dan budaya
Pamekasan (Antaranews Jatim)  - Bupati Pamekasan, Jawa Timur Baddrut Tamam menyatakan, agama Islam di Indonesia tersiar ke berbagai daerah melalui seni budaya, sehingga kesenian dan kebudayaan sejatinya tidak bertentangan dengan ajaran agama.

"Kesenian itu malah bikin hidup menjadi lebih hidup, karena ada rasa, karsa dan cipta dalam seni dan budaya," kata Baddrut Tamam saat menyampaikan sambutan dalam acara koloman atau semacam pengajian budaya bertema "Tor-Catoran Masa Depan Kebudayaan dan Kesenian di Pamekasan" yang digelar civitas Koteka di Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan, Jumat malam.

Oleh karenanya, sambung "RBT" sapaan karib Baddrut Tamam itu, dirinya mengajak kalangan seniman dan budayawan di Pamekasan bisa menghidupkan kembali kesenian di Kabupaten Pamekasan itu.

Ia menjelaskan, Pemkab Pamekasan berencana akan memberikan wadah khusus kepada kalangan seniman dan budayawan di Pamekasan untuk berekspresi, menyalurkan bakat seninya melalui gedung kesenian.

"Rencananya, akan kita bangun di Taman Kowel, Pamekasan. Jadi disana nanti, kalangan seniman dan budayakan Pamekasan bisa menyalurkan bakat seni mereka," ujar Baddrut.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini lebih lanjut menjelaskan, sementara ini memang ada yang menganggap bahwa kesenian bertentangan dengan agama.

Padahal, jika merujuk kepada sejarah pemkembangan Islam di Nusantara yang dibawa oleh para wali, agama Islam justru menyebar melalui kesenian.

"Tentunya seni yang dipraktikkan oleh para dai terdahulu adalah seni yang memperhatikan kearifan lokal, memperhatikan kepantasan dan kesopanan," katanya.

"E atoreh ajunan berkesenian disini. Ayo kita bangga dengan kesenian yang kita miliki," katanya, menambahkan.

Acara koloman budaya yang digelar komunitas seniman dan budayawan Pamekasan oleh Civitas Koteka bertema "Tor-Catoran Masa Depan Kebudayaan dan Kesenian di Pamekasan" itu menghadirkan beberapa orang narasumber sebagai pembicara.

Masing-masing Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Pamekasan RKH Wazirul Jihad, Ketua Dewan Kesenian Pamekasan KH Makmun Tamim, Halifaturrahman dan Soni Budiarto dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pamekasan, Kosala Mahinda dari Vihara Avalokitesvara, serta Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Sebelum diskusi berlangsung, terlebih dahulu ditampilkan pembacaan puisi oleh perwakilan seniman dan budayawan dari sejumlah komunitas seni dan teater se-Kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga turut membacakan puisi berjudul "Madura, Akulah Sajadahmu" karya budayawan Madura asal Kabupaten Sumenep, D Zawawi Imron.

Bersama para musisi, Bupati Baddrut Tamam juga menyanyikan bebera lagu Iwan Fals, antara lain lagu berjudul "Ibu" dan penampilan bupati muda mampu mempesona hadirin yang datang ke kolom budaya di Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan itu. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar