TKW Tulungagung Meninggal di Taiwan karena Sakit

id TKW Tulungagung,TKI Tulungagung,TKW tulungagung meninggal,TKW meninggal dunia

TKW Tulungagung Meninggal di Taiwan karena Sakit

Dokumen paspor TKI atas nama Pinasih yang dilaporkan meninggal di Taiwan (Ist)

Informasi yang kami terima masih terbatas, tetapi dipastikan Pinasih memang meninggal karena sakit dan bukan karena masalah lain atau menjadi korban tindak kriminalitas
Tulungagung (Antaranews Jatim) - Seorang tenaga kerja wanita asal Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia di tempatnya bekerja di Taiwan karena menderita sakit kronis, meskipun sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Landseed Chungli, Taiwan.

Keterangan tertulis Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Senin, menyatakan TKW atas nama Punasih (43) itu dinyatakan meninggal pada Rabu, 2 Januari 2019.

"Pinasih berangkat ke Taiwan sejak Agustus 2018. Sebulan terakhir ia mengidap sakit dan sempat dirawat di rumah sakit, namun akhirnya meninggal," kata Kabid Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja dan Pelatihan kerja Disnaker Tulungagung Trining Rahayu.

Hingga kini pihak Disnaker Tulungagung belum mengetahui pasti penyakit apa yang diderita Pinasih.

Trining mengatakan, informasi yang diterima jajarannya masih terbatas seputar kematian TKW atas nama Pinasih, asal Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan.

Saat berangkat ke Taiwan, Pinasih dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk berangkat kerja ke luar negeri.

Namun, baru sebulan berada di Taiwan, ibu rumah tangga yang baru awal mengais devisa di Taiwan ini mulai didera sakit.

"Informasi yang kami terima masih terbatas, tetapi dipastikan Pinasih memang meninggal karena sakit dan bukan karena masalah lain atau menjadi korban tindak kriminalitas," katanya.

Trining melanjutkan, terkait pemulangan jenazah, Disnaker Tulungagung juga belum mendapatkan informasi apapun dari atase ketenagakerjaan. Hingga kini, ia juga belum mendapatkan informasi kepastian jenazah dikirim ke Tulungagung.

"Kami masih terus melakukan koordinasi dengan instansi lain terkait hal ini," katanya.

Trining menambahkan, instansinya juga akan sesegera mungkin mengumpulkan informasi dari pemerintah mengenai kepulangan jenazah Pinasih, termasuk pemenuhan hak-haknya sebagai buruh migran. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar