Situbondo Belajar "Smart City" ke Sidoarjo

id Pemoab Situbondo,Pemkab Sidoarjo, Smart City

Situbondo Belajar

Kunjungan Pemkab Situbondo Ke Pemkab Sidoarjo terkait dengan pengembangan "smart city", Jumat (4/1) (Ist)

Dinas Kominfo Sidoarjo baru berdiri tahun 2017, namun pengembangan smart city-nya begitu cepat
Sidoarjo (Antaranews Jatim) - Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berkunjung ke Pemkab Sidoarjo dalam rangka belajar Command Center dan Data Center sebagai pengembangan Smart City guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat setempat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintaro, Jumat mengatakan, pihaknya memilih Sidoarjo sebagai tempat belajar karena perkembangan smart city-nya sudah berjalan.

"Dinas Kominfo Sidoarjo baru berdiri tahun 2017, namun pengembangan smart city-nya begitu cepat. Selain sudah memiliki command center dan data center pengelolaan e-government-nya juga sudah berjalan," katanya.

Ia mengaku, Kabupaten Situbondo saat ini masih dalam proses pengembangan smart city yang tujuannya agar pelayanan pemerintah Situbondo kepada masyarakat lebih optimal.

"Melalui pemanfaatan jaringan internet komunikasi pemerintah dengan masyarakat bisa dilakukan dengan cepat dan efektif," ucapnya.

Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Siswojo mengatakan, yang pertama harus dilakukan adalah komitmen kepala daerah atau bupati menjadi sangat penting dalam mewujudkan pengembangan smart city.

Setelah dilakukan komitmen Bupati, kemudian berpikir membangun infrastruktur, seperti pembangunan command center, data center dan pembangunan jaringan fiber optik selanjutnya menyiapkan laman sebagai wadah tata kelola e-government.

"Saat ini, Sidoarjo sudah membangun jaringan fiber optik sepanjang 37 kilometer, yang terhubung sepanjang jalan protokol mulai dari Jalan Raya Porong," katanya.

Ia menjelaskan, tahun ini target pembangunan jaringan fiber optik sepanjang 70 kilometer meliputi Sidoarjo wilayah barat perbatasan dengan kabupaten Mojokerto hingga Bundaran Waru perbatasan dengan Surabaya.

"Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekarang ini sudah terkoneksi jaringan FO termasuk 4 dari 18 kecamatan sudah terkoneksi dan di beberapa tempat publik seperti Alun-alun, GOR dan jalan protokol sudah dipasang CCTV," ucapnya. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar