Surabaya (Antaranews Jatim) - Astra Infra Solution (AIS) yang merupakan unit bisnis Astra Infra Group telah mempersiapkan diri menjadi pengelola jalan tol di tanah air di luar jalan tol yang dibangun sendiri oleh perusahaan tersebut.
"Selain ruas jalan tol yang kita bangun, kita siap mengelola jalan tol yang dibangun pihak lain," kata Chief Executive Officer (CEO) Toll Road Solution Astra Infra Solution, Krist Ade Sudiyono, di Surabaya, Kamis (20/12) malam.
Didampingi Direktur Operasi Astra Toll ruas Jombang - Mojokerto, Leqowo, ia menjelaskan, ruas-ruas jalan tol di Indonesia saat ini dibangun oleh sejumlah perusahaan, di antaranya perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang usahanya bukan dalam bidang pengelolaan jalan tol.
Oleh karena itu, AIS siap mengelola ruas-ruas jalan tol yang dibangun pihak ketiga tersebut karena Astra memiliki cukup pengalaman mengelola jalan bebas hambatan. Apalagi, Astra kini juga mengelola sejumlah ruas jalan tol.
Astra kini telah membangun dan mengelola enam ruas jalan tol di Indonesia, yakni Jombang - Mojokerto (40,5 km), Tangerang - Merak (72,5 km), Cikopo-Palimanan (116,8), Semarang-Solo (72,6 km), Kunciran- Serpong (11,2 km) dan Serpong - Balaraja (39,8 km). Jadi, dari sekitar 1.200 kilometer jalan tol Trans-Jawa, Astra mengelola 353,3 kilometer.
"Kita punya pengalaman dalam hal Toll Collection, Traffic Management dan Asset Management," kata Krist seraya menjelaskan bahwa Astra memiliki pengalaman dalam sistem pemantauan jalan tol elektonik, layanan jalan tol yang efektif dan efisien, dan pemeliharaan dan pemantauan jalan tol yang baik.
Seperti diketahui, Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha, terdiri dari otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi
serta properti. (*)