Polisi Ungkap Warga Australia Terlibat Aliansi Mahasiswa Papua

id aliansi mahasiswa papua, warga australia, mahasiswa papua

Polisi Ungkap Warga Australia Terlibat Aliansi Mahasiswa Papua

Kuasa hukum mahasiswa asal Papua di Surabaya Veronica (tengah) bernegosiasi dengan polisi saat proses pemulangan massa Aliansi Mahasiswa Papua di depan mess Jalan Kalasan Surabaya, Minggu (2/12/2018) malam. (Antara Jatim/Hanif Nashrullah)

Aksi tersebut berpotensi mengancam ketertiban dan keamanan Kota Surabaya, karena justru mengundang massa dari ormas lain untuk menghadangnya
Surabaya (Antaranews Jatim) - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap seorang warga negara asing (WNA) asal Australia yang terlibat dalam Aliansi Mahasiswa Papua.

"WNA asal Australia ini sudah kami serahkan ke Kantor Imigrasi Surabaya untuk diproses lebih lanjut," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu malam.

Polisi mengungkap identitas WNA asal Australia itu adalah seorang perempuan bernama Harman Ronda Amy yang berusia 35 tahun.

Dia diamankan Polrestabes Surabaya bersama ratusan orang lainnya yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua dari sebuah rumah yang dikenal sebagai Mess Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, pada Minggu dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Sehari sebelumnya, Sabtu (1/12), Harman turut tergabung bersama Aliansi Mahasiswa Papua yang menggelar aksi di kawasan Tugu Bambu Runcing Surabaya.

Menurut Rudi, aksi tersebut berpotensi mengancam ketertiban dan keamanan Kota Surabaya, karena diduga bermuatan makar dan justru mengundang massa dari ormas lain untuk menghadangnya.

Oleh karena itu, usai menggelar aksi, ratusan massa Aliansi Mahasiswa Papua diamankan untuk diinterogasi di Markas Polrestabes Surabaya, tak terkecuali Harman Ronda.

"Dia tercatat sebagai mahasiswa jurusan `Art Writing`, kampusnya di mana, saya lupa. Sudah saya serahkan ke Kantor Imigrasi Surabaya untuk diproses lebih lanjut, bisa jadi nanti dideportasi," ucap Kombes Rudi.

Dia memastikan tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Papua di Surabaya.

Namun, polisi memaksa massa Aliansi Mahasiswa Papua yang berjumlah 233 orang meninggalkan Kota Surabaya untuk pulang ke daerah asalnya masing-masing.

"Alhamdulillah malam ini proses pemulangan berjalan dengan lancar," ujarnya.

Rudi menegaskan bahwa polisi tidak ada kompromi dengan massa Aliansi Mahasiswa Papua, karena perkumpulan ini dirasa mengancam ketertiban dan keamanan Kota Surabaya. "Mereka tidak boleh berkumpul lagi," ucapnya. (*)

Baca juga: Polrestabes Surabaya Bubarkan Aliansi Mahasiswa Papua
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar