Program Pengembangan Desa Semen Indonesia Rp7,25 Miliar

id Semen Indonesia, Porgram CSR Kabupaten Tuban,PT Semen Indonesia

Program Pengembangan Desa Semen Indonesia Rp7,25 Miliar

Pekerja menata sak semen di atas truk di Pabrik Semen Gresik, Tuban, Jawa Timur, Kamis (2/8). (Antara jatim/Moch Asim)

total di Kabupaten Tuban, Semen Indonesia telah melakukan program pengembangan masyarakat untuk 26 desa dan 3 kecamatan, dan totalnya Rp7,25 miliar. 
Surabaya (Antaranews Jatim) - Program pengembangan desa yang dijalankan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) pada tahun 2018 di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mencapai Rp7,25 miliar.

"Program pemberdayaan ini merupakan hasil masukan dari masyarakat. Pada tahap awal, masing-masing desa dan kecamatan menyusun proposal program melalui musyawarah dan focus group discussion (FGD), kemudian kami bina sampai pelaksanaan," kata Pjs Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono dalam keterangan persnya di Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan, secara keseluruhan di Kabupaten Tuban, Semen Indonesia telah melakukan program pengembangan masyarakat untuk 26 desa dan tiga kecamatan, dan totalnya Rp7,25 miliar.

Sementara itu, pengajuan proposal dilakukan perwakilan perusahaan, desa, kecamatan dan kabupaten yang kemudian diverifikasi final untuk menentukan program yang akan direalisasikan.

"Pemilihan program diprioritaskan pada proposal yang bersifat pemberdayaan masyarakat, dimana hal ini selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Tuban, yaitu pengentasan kemiskinan," katanya.

Ia mengatakan, selama tahun 2018 perusahaan menerima ajuan sebanyak 204 proposal, namun yang memenuhi verifikasi hanya sebanyak 190 proposal, yang terdiri dari 114 kategori pemberdayaan masyarakat dan 76 kategori pembangunan sarana dan prasarana.

"Perusahaan melakukan pendampingan sejak penyusunan proposal sampai dengan saat pelaksanaan program. Hal ini dilakukan dengan harapan agar implementasi program di masing-masing desa dapat sesuai dengan rencana yang sudah disepakati hasil musyawarah dan FGD," katanya.

Untuk tahun 2019, Sigit berharap, usulan program agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran, serta dapat mendukung program pemerintah daerah. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar