Surabaya (ANTARA) - Pelatih Semen Padang Eduardo Almeida mengakui permainan Persebaya Surabaya lebih efisien serta mampu memanfaatkan peluang dan membawa skuad Bajol Ijo memenangkan laga dengan skor 1-0 dalam laga pekan keenam Super League 2025/2026.
“Secara umum kedua tim bermain bagus, tapi hasilnya berpihak pada yang lebih efisien. Kami tidak menyerah meski bermain dengan sepuluh pemain,” kata Almeida saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam.
Meskipun kalah lawan Persebaya, Almeida menegaskan, Semen Padang memiliki banyak momen positif yang bisa dijadikan modal untuk pertandingan berikutnya.
Ia menilai anak asuhnya sudah berjuang maksimal meski harus bermain dengan sepuluh orang di akhir pertandingan. Namun, skuad asuhannya tetap mampu memberi perlawanan hingga menit akhir.
"Kami harus terus berkembang dan tampil lebih baik di laga selanjutnya,” ujarnya.
Almeida menambahkan, Semen Padang tidak memiliki masalah khusus menghadapi Persebaya, namun ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Ia tetap menekankan pentingnya menjaga semangat tim dan optimistis bisa bersaing dengan klub lain di laga berikutnya.
Sementara itu, hal senada disampaikan pemain Semen Padang Bruno Gomes yang menilai timnya mampu bersaing dengan klub manapun di kompetisi Indonesia.
Menurut dia, efisiensi Persebaya menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut, karena tim lawan mampu mencetak gol hanya dari satu atau dua peluang yang didapatkan.
“Kami juga tim yang bagus, dan laga selanjutnya dengan dukungan suporter di kandang, kami akan terus berjuang untuk meraih tiga poin,” ujarnya.
Dari hasil pertandingan tersebut, Persebaya naik ke peringkat tiga dengan total sembilan poin. Sementara, Semen Padang tetap berada di peringkat 14 dengan empat poin.
Pada pertandingan berikutnya, Semen Padang akan menjamu Bali United di Gelora Bandung Lautan Api, pada Jumat (26/9). Sedangkan Persebaya akan melawat ke kandang Dewa United di Banten International Stadium, pada hari yang sama.
