Taman Mundu Surabaya Berubah Nama Jadi Taman 10 Nopember

id taman mundu berubah nama,10 november,pemkot surabaya,antaranews jatim

Taman Mundu Surabaya Berubah Nama Jadi Taman 10 Nopember

Taman Mundu yang terletak di depan Stadion Gelora 10 November, Jalan Juwet, Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur kini berubah nama menjadi Taman 10 November. (istimewa)

Tidak hanya berubah nama saja, ada beberapa fasilitas tambahan di taman itu
Surabaya (Antaranews Jatim) - Taman Mundu yang terletak di depan Stadion Gelora 10 November, Jalan Juwet, Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur kini berubah nama menjadi Taman 10 Nopember.
     
Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Pramudita, di Surabaya, Kamis, mengatakan perubahan nama Taman Mundu resmi dilakukan sejak Minggu (5/11).
     
"Tidak hanya berubah nama saja, ada beberapa fasilitas tambahan di taman itu," katanya.
     
Menurut dia, beberapa fasilitas tambahan tersebut di antaranya adalah plakat nama taman yang lebih besar dan memiliki lampu yang akan menyala saat malam hari.
     
Ia mengatakan bahwa perubahan nama Taman Mundu menjadi Taman 10 November adalah permintaan langsung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 
     
"Dulu namanya Taman Mundu karena terletak di Jalan Mundu. Sekarang diganti Taman 10 November karena lokasinya terletak persis di depan pintu masuk Stadion Gelora 10 November," ujarnya.
     
Meski demikian, Pramudita mengatakan penambahan lampu juga masih dalam tahap pengaturan agar bisa menyala. "Selain penamaan taman menggunakan lampu, belum ada perubahan lain. Jadi masih sama fasilitas tamannya," katanya.
     
Salah satu ikon menarik yang masih dipertahankan di Taman Mundu setelah berubah nama, salah satunya atraksi air mancur yang lokasinya berada di depan taman atau sebelah pojok taman arah timur.  
     
Air mancur ini menyemburkan air secara bersamaan diiringi sorot lampu berwarna-warni.  Semburan air berbentuk gapura terbentuk, ketika kedua kolam air mancur ini menyemburkan air secara bersamaan. 
     
Setiap pipa dari kedua kolam air mancur masing-masing menyemburkan air dengan ketinggian  berbeda, dari kiri ketinggian semburan airnya rendah, namun semakin ke kanan ketinggian semburanya semakin tinggi sehingga membentuk seperti gapura. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar