Penembakan Gedung DPR, Taufiqulhadi Minta Polri Usut Tuntas Motif

id anggota dpr,teuku taufiqulhadi,penembakan dpr,unair surabaya

Penembakan Gedung DPR, Taufiqulhadi Minta Polri Usut Tuntas Motif

Anggota Komisi III DPR RI Teuku Taufiqulhadi. (Foto Fiqih Arfani)

Usut tuntas motif dan siapa pelaku dibalik ini semua harus ditangkap
Surabaya (Antaranews Jatim) - Anggota Komisi III DPR RI Teuku Taufiqulhadi berharap Polri mengusut tuntas motif penembakan yang menyasar beberapa ruang di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Jakarta.

"Usut tuntas motif dan siapa pelaku dibalik ini semua harus ditangkap," ujarnya ditemui usai menjadi pembicara seminar pemberantasan korupsi yang digelar "Asian Law Student Association" (ALSA) di Gedung Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, Kamis.

Meski dari hasil penyelidikan disebut penembakan tersebut karena peluru nyasar, tapi politikus kelahiran Aceh tersebut justru merasa karena ada kepentingan tertentu.

"Siapa tahu ini adalah upaya melalukan 'pressure' dan ada kepentingan tertentu yang dilakukan terhadap wakil rakyat. Saya kok juga tidak terlalu yakin kalau itu peluru nyasar," ucapnya.

Wakil rakyat dari Partai NasDem itu sangat berharap aparat keamanan menyikapi kasus tersebut, terlebih gedung DPR merupakan gedung milik rakyat Indonesia sehingga sama dengan melakukan teror terhadap masyarakat Tanah Air.

Disinggung usulan pergantian kaca antipeluru maupun pemindahan lapangan tembak Perbakin, anggota DPR dapil Jember dan Lumajang itu menilai bukan solusi karena tidak merupakan poin penting untuk mengantisipasi agar tak terulang kembali.

"Poinnya tidak di situ, tapi siapa pelaku dibalik semua ini. Sekali lagi, aparat harus bekerja serius mengungkapnya," kata politikus berusia 58 tahun tersebut.

Sebelumnya, peluru diduga dari senjata api yang ditembakkan dari Lapangan Tembak Senayan menembus sejumlah ruangan di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, pada Senin (15/10) sekitar pukul 14.40 WIB,

Polri sudah menetapkan dua tersangka atas kejadian itu yakni inisial I dan R yang merupakan ASN Kementerian Perhubungan, yang bila terbukti bersalah, keduanya dijerat Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan polisi menemukan lima proyektil dari enam lubang bekas tembakan peluru nyasar di beberapa ruangan di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Jakarta. 

Ia merinci hasil olah TKP tersebut yakni satu proyektil di ruang 1601 di lantai 16 yang merupakan ruangan anggota Fraksi Gerindra, Wenny Warouw; satu proyektil di ruang 1313, ruangan milik anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama yang terletak di lantai 13; satu proyektil di ruang 1008 milik anggota Fraksi Demokrat, Vivi Sumantri yang terletak di lantai 10.

Selanjutnya satu proyektil ditemukan di ruang 0915 yakni ruangan anggota Fraksi Demokrat, Khatibul Umam Wiranu di lantai 9 dan satu proyektil di ruang 0617 yang merupakan ruangan anggota Fraksi PDIP, Effendi Simbolon di lantai 6.

Sementara, tim hanya menemukan lubang bekas penembakan di ruang 2003 yang merupakan ruangan anggota Fraksi PAN, Totok Daryanto di Lantai 20, sedangkan di ruang 2003, proyektil belum ditemukan.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar