"Alhamdulillah, saya bangga dapat menyumbang medali emas lewat cabang olahraga tenis meja ganda putra," ujar Tatok Hardiyanto, atlet disabilitas tenis meja saat ditemui di rumahnya di Jalan Mawar, Kelurahan Patokan, Kabupaten Situbondo, Selasa.
Keberhasilannya meraih medali emas tenis meja ganda putra menggunakan kursi roda di Asian Para Games 2018 berpasangan dengan Agus Sutanto.
Menurut Tatok, berhasil dan sukses mengalahkan pasangan lawan dari Thailand, yakni Chaiwut Wanchai dan Nachai Niyom dengan skor 2-0.
"Kendati lawannya dari negara yang tenis mejanya sangat kuat, alhamdulillah untuk di ganda putra kami mampu mengalahkan mereka," katanya.
Tatok juga sangat mengapresiasi perhatian dari pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tidak membedakan nilai bonus bagi atlet disabilitas dengan atlet normal.
"Penghargaan pemerintah sekarang sangat luar biasa, dan bonus yang diterima peraih medali emas tenis meja ganda putra masing-masing menerima Rp1 miliar dan tunggal Rp1,5 miliar," ucapnya.
Atlet disabilitas tenis meja Tatok Hardiyanto ini baru tiba di Kabupaten Situbondo pada Selasa pagi, setelah mengikuti gelaran pesta olahraga kaum difabel se-Asia di Jakarta. (*)
Video Oleh Novi Husdinariyanto
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026