PTPN X Mulai Rambah Pasar Ritel

id PTPN X, Gula Dasa Manis, Pabrik Gula Pesantren Kediri

PTPN X Mulai Rambah Pasar Ritel

jajaran direksi PTPN X menunjukkan produk gula Dasa Manis (ist)

gula ritel PTPN X dipasarkan dalam kemasan 1 kg dan kemasan stick pack 8 gram, dan untuk tahap pertama sebanyak 5 ton gula kemasan 1 kg siap dipasarkan
Surabaya (Antaranews Jatim) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mulai merambah pasar ritel Indonesia dengan diresmikannya produk gula ritel di Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kediri, Jawa Timur dengan merek dagang Dasa Manis.
     
Direktur Operasional PTPN X, Mustaqim dalam siaran persnya Jumat mengatakan, gula ritel PTPN X dipasarkan dalam kemasan 1 kg dan kemasan stick pack 8 gram, dan untuk tahap pertama sebanyak 5 ton gula kemasan 1 kg siap dipasarkan. 
     
"Investasi dua mesin kemasan ritel telah dilakukan di awal tahun 2018 senilai Rp 2,7 Miliar. Mesin tersebut mampu memproduksi 15 ton per hari," katanya.
       
Diharapkan, nantinya mampu memproduksi gula kemasan 1 kg sebesar 1.200 ton dalam musim giling tahun 2018.
     
Ia mengatakan, PTPN X tidak hanya fokus pada pemasaran namun juga berkomitmen menjaga kualitas produksi gula Dasa Manis.
     
"Gula Dasa Manis memiliki ICUMSA maksimal 200 IU atau setara dengan kualitas GKP I sesuai standar SNI. Kualitas tersebut juga didukung oleh Nomor Ijin Edar (NIE) dari BPOM dan sertifikasi Halal dari MUI," katanya.
     
Ia mengatakan, produksi gula Dasa Manis ini kian menegaskan kehadiran BUMN di tengah masyarakat karena PTPN X dapat langsung memenuhi kebutuhan konsumen di tingkat ritel. 
     
Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo berharap, pemasaran gula Dasa Manis dapat kian meningkatkan daya saing dan profitabilitas perusahaan.
     
"Untuk pemasaran gula Dasa Manis, kami menggandeng Superindo, Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), dan Koperasi Karyawan (Kopkar) PTPN X," katanya.
     
Ke depannya, jaringan pemasaran akan terus diperluas hingga merambah pasar ritel, pasar tradisional, dan e-commerce.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar