Cari Keringat Melalui Bertinju ala Jokowi

id jokowi,tinju,olahraga,presiden,lamongan

Cari Keringat Melalui Bertinju ala Jokowi

Presiden Joko Widodo berbicara kepada wartawan seusai pembagian sertifikat tanah di Lamongan, Jawa Timur, Kamis sore. (Foto Desca Lidya Natalia)

Saya coba tinju, sudah berapa ya? Sudah empat bulan dan benar, 45 menit saja sudah capai dan sudah basah keringatan semuanya
Lamongan (Antaranews Jatim) - Presiden Joko Widodo mengungkap alasannya memilih olahraga bertinju adalah untuk mencari keringat.

"Saya kemarin konsultasi juga, yang keluar keringatnya yang cepat yang bagus apa? Anu Pak ada 'thai boxing', ada tinju, saya pilih tinju saja deh," kata Presiden di alun-alun kota Lamongan, Jawa Timur, Kamis.

Presiden pada Minggu (4/3) mengunggah vlog yang menunjukan sedang melakukan latihan tinju dengan sang ajudan yang bernama Teddy di Istana Kepresidenan Bogor.

"Masa' kita itu 'kan setiap hari terus secara ketat mengikuti jadwal yang serius, serius, serius terus, kalau kita lupa olahraga, kesehatan kita bisa 'drop'," ungkap Presiden.

Ia sebelumnya diketahui juga membuat vlog mengenai olahraga yang digeluti seperti "jogging" dan panahan.

"Oleh sebab itu saya tambah terus porsinya, 'jogging', sepeda, panah. Saya coba tinju, sudah berapa ya? Sudah empat bulan dan benar, 45 menit saja sudah capai dan sudah basah keringatan semuanya," kata Presiden.

Presiden hingga saat ini masih belum akan menambah deretan pilihan olahraganya dan masih akan terus menggeluti tinju.

"Ini saja baru satu macam, nanti tiap hari hanya olah raga saja saya, itu pun seminggu hanya dua kali," ungkap Presiden.

Presiden berlatih tinju dengan pelatihnya bernama Abed yang berasal dari Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Cabang Bogor.

Jokowi merasakan bahwa olahraga tinju ternyata tidak sekedar latihan bertarung. Di dalamnya ada pelajaran tentang kecepatan tubuh, gerak refleks dan konsentrasi pikiran.

Tinju pun membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi. Hasilnya tubuh yang sehat dan bugar, melahirkan pikiran yang jernih. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar