Bank Indonesia Bangun Embung untuk Petani Kediri

id bank indonesia kediri ,bangun embung kedrii ,pemkab kediri ,kabupaten kediri ,kepala perwakilan bi kediri djoko raharto

Bank Indonesia Bangun Embung untuk Petani Kediri

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Dijoko Raharto dalam peresmian waduk mini atau embung di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (25/2). Foto Istimewa

Ini bantuan program sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa Waduk Mini (Embung) berukuran 6.000 meter persegi dengan kedalaman 3,5 meter. Pembangunan embung tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank Indonesia yang ditujukan untuk membantu mengatasi permasalahan ketersediaan air bagi para petani pada saat memasuki awal tanam di musim kemarau
Kediri (Antaranews Jatim) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, membangun waduk mini atau embung di Desa Kebonrejo, Kabupaten Kediri, untuk membantu petani di daerah tersebut.

"Ini bantuan program sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa Waduk Mini (Embung) berukuran 6.000 meter persegi dengan kedalaman 3,5 meter. Pembangunan embung tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank Indonesia yang ditujukan untuk membantu mengatasi permasalahan ketersediaan air bagi para petani pada saat memasuki awal tanam di musim kemarau," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto di Kediri, Minggu.

Pembangunan waduk mini itu dilakukan di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, dan dinilai bermanfaat bagi petani, terutama saat kemarau. Dengan waduk mini itu, petani dapat menekan biaya produksi budi daya cabai, mendorong ketersediaan produksi, hingga meningkatkan stok cabai.

"Pada gilirannya dapat mengurangi gejolak harga cabai di pasaran lokal dan nasional. Dengan waduk mini, luas lahan yang akan terbantu minimal seluas 50 hektare," kata dia.

Pembangunan waduk mini tersebut dimulai pada 4 November 2013 dan selesai pada 30 Januari 2014. Namun erupsi Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut) pada Februari 2014, menyebabkan bangunan waduk mini mengalami kerusakan. Hal itu memicu belum dapat dimanfaatkannya embung secara optimal.

Pada 15 September 2017 sempat dilakukan perbaikan hingga dapat diselesaikan pada 31 Januari 2018. Perbaikan tersebut ditekankan pada mekanisme input air yang didesain sedemikian rupa, sehingga dapat menangkap air hujan lebih banyak dengan jangka waktu relatif lebih pendek dengan tingkat sedimentasi rendah. Selain itu dilakukan penguatan struktur embung sesuai spesifikasi teknis yang lebih baik.

Keberadaan waduk mini tersebut mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat dan kelompok tani dan mereka sepakat untuk musyawarah dan mengutamakan rasa memiliki, sehingga ide-ide inovatif juga muncul.

Beragam ide inovatif tersebut misalnya pembuatan "Standard operating procedure" (SOP) manajemen pemanfaatan air secara profesional, pengembangan pariwisata tematik, menjadikan desa edukasi budi daya cabai, dan pengembangan komoditas unggulan seperti buah durian.

Djoko berharap, ke depan waduk mini dikelola dengan baik, sehingga para petani terbantu, roda perekonomian masyarakat juga berputar, dengan beragam ide yang telah dicetuskan itu.

"Harapan kami ke depan, embung dapat dikelola dengan baik, profesional, guyup, dan berorientasi jangka panjang, sehingga dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Djoko.

Dalam acara tersebut, hadir Dewan Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi yang meresmikan dan menyerahkan bantuan berupa waduk mini tersebut, untuk dikelola dengan sebaik mungkin.

Hadir juga Forkopimda Kabupaten Kediri, misalnya wakil Bupati Kediri Masykuri dan sejumlah pejabat lainnya. Pemkab sangat terbantu dengan bantuan tersebut, karena memudahkan petani untuk bertanam.  (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar