Madiun (Antaranews Jatim) - Wakil Bupati Madiun Iswanto meminta wartawan saat ini harus ikut bertanggung jawab untuk mencerdaskan masyarakat dengan menyebarkan informasi yang benar.
Pemerintah harus membatasi berita-berita `hoax` sebab, bangsa kita saat ini sedang menghadapi kejadian-kejadian yang mengarah ke hal disintegritas.
"Terorisme, ajakan gerakan radikal, hingga narkoba merupakan tanda-tanda ketidakkompakan semua elemen bangsa yang mudah dimanfaatkan oleh penyedia berita `hoax`. Itu semua harus dicegah," kata dia.
Selain mencerdaskan masyarakat, wartawan atau pers saat ini juga dituntut berperan sebagai kontrol sosial dari kinerja pemerintah atau lembaga negara lainnya.
"Pers harus meliput kegiatan pilkada secara independen dan jelas. Tidak memihak manapun, sehingga masyarakat tidak bingung," katanya.
Pihaknya juga megucapkan terima kasih karena melalui peran pers, pembangunan di Kabupaten Madiun dapat maksimal.
Sebagai kepala daerah, Iswanto mengaku sangat terbantu dengan keberadaan wartawan dan media massa yang objektik, cerdas, dan berimbang. Sebab, dengan keberadaan wartawan dan media massa tersebut, program dan informasi pemerintah, terlebih program Pemerintah Kabupaten Madiun dapat tersosialisasikan ke masyarakat dengan baik.
Pihaknya berharap selalu ada hubungan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan semua wartawan media massa yang biasa bertugas di wilayahnya. Ia ingin melalui momentum HPN 2018, ikatan tersebut semakin dipererat.
Acara syukuran memperingati HPN 2018 ditandai dengan pemotongan tumpeng syukuran oleh Wakil Bupati Madiun Iswanto yang diserahkan ke perwakilan wartawan yakni Sudarno wartawan Harian Birawa.
Hadir juga dalam acara tersebut sejumlah kepala OPD, Muspika Mejayan, Direktur BUMD, dan sejumlah jajaran OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Madiun. (*)