Surabaya (Antaranews Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengakui penerapan ekonomi digital merupakan solusi untuk meningkatkan daya saing nasional serta dimanfaatkan pada proses produksi, pembiayaan dan pasar.
"Hal ini penting dilakukan karena prosesnya akan menjadi lebih efisien dan efektif," ujarnya di sela Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, pemanfaatan era ekonomi digital ini tidak hanya untuk proses perdagangan, namun juga untuk segitiga proses yang penting dalam peningkatan ekonomi, yakni produksi, pembiayaan dan pasar.
Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menjelaskan keberadaan ekonomi digital mempermudah dan mempercepat transaksi di sisi produsen dan konsumen, tapi proses pengecekan harus tetap dilakukan khususnya untuk produk agro baik di sisi kualitas hingga pengemasan.
Selain itu, kata dia, dalam mendukung ekonomi digital ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mengeluarkan aturan tentang "financial technology".
"Saat ini, semua proses industri sudah didorong ke sana dan tentunya bukan hanya di bidang perdagangan," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.
Pada kesempatan sama, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Riswinardi mengatakan saat ini merupakan momentum tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi makroekonomi dan sektor jasa keuangan kondusif.
Apalagi, lanjut dia, indikator sektor jasa keuangan juga cukup solid baik di sisi permodalan, likuiditas, maupun tingkat risiko yang terkendali.
"Kami yakin sektor jasa keuangan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen," katanya.
Sementara itu, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2017 sebesar 5,16 persen atau lebih tinggi dibandingkan Nasional sebesar 5,06 persen.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jatim, sektor jasa keuangan juga menunjukkan kinerja positif, yakni dana masyarakat yang dihimpun oleh Perbankan Jatim meningkat 10 persen.
"Industri Pasar Modal Jatim selama tahun 2017 juga menunjukkan kinerja yang positif terlihat dari dana yang dihimpun di pasar modal sebesar Rp853 miliar atau tumbuh 360,2 persen," tuturnya. (*)
