Surabaya (Antara Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyiapkan pasar baru untuk ekspor perhiasan, khususnya emas, ke sejumlah negara, seperti India, Sri Lanka hingga Nigeria.
"Negara-negara itu menyukai emas asal Jawa Timur sehingga sangat tepat dijadikan sebagai sasaran pasar baru," ujarnya di sela pameran perhiasan di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis.
Pakde Karwo, sapaan akrabnya, mengakui di negara-negara tersebut menggemari perhiasan, terutama emas, namun yang masuk kualitasnya kurang bagus sehingga menjadi peluang bagi Jatim mengembangkan ekspornya.
Berdasarkan catatan Pemprov Jatim, perkembangan ekspor emas Jatim pada 2012 mencapai 420 juta dolar AS, yang kemudian meningkat tajam pada 2016 dengan capaian hingga 4,160 miliar dolar AS.
Begitu juga dengan harga emas meningkat, dari Rp550 ribu per gramnya menjadi Rp630 ribu per gram.
"Ekspor Jatim meningkat 10 kali lipat dan melompat secara quantum. Apalagi sebanyak 25 persen perhiasan di Indonesia berasal dari Jatim," ucapnya.
Secara khusus, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi mulai tahun depan meningkatkan lomba desain perhiasan yang diikuti pelajar dan mahasiswa.
"Tujuannya, desain karya anak bangsa itu mendapat penghargaan dan bisa digunakan pengusaha perhiasan melalui proses lelang," katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Emas dan Permata Indonesai Jeffrey Tumewa memuji kepemimpinan Pakde Karwo yang berhasil meningkatkan ekspor perhiasan di Jatim.
"Terjadinya pertumbuhan ekonomi perhiasan dalam negeri otomatis meningkatkan kesejahteraan perajin perhiasan kreatif, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku bisnis UKM," katanya. (*)
