Dhaka (Antara) - Angkatan laut Bangladesh pada Jumat (2/6) mengatakan telah menyelamatkan 24 nelayan dari Teluk Bengal.
Dengan demikian, total 80 orang berhasil diselamatkan sejak Topan Mora melanda garis pantai negara tersebut tiga hari lalu.
Dua kapal AL menolong para nelayan tersebut dari perairan dekat pulau Cox Bazar dan Kutubdia - dua wilayah yang paling parah terkena dampak bencana topan.
"Para anggota AL berhasil menyelamatkan mereka (para nelayan) saat berada di laut," kata seorang juru bicara angkatan laut, seperti dikutip AFP.
Sedikitnya 70 nelayan masih dinyatakan hilang.
Angkatan laut mengerahkan 18 kapal untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan yang ekstensif di seluruh wilayah maritim Bangladesh di Teluk Bengal setelah Topan Mora menewaskan tujuh orang dan menghancurkan ribuan rumah.
Kapal-kapal tersebut juga membawa makanan, bantuan darurat dan dua tim medis ke Kutubdia yang terkena dampak parah dan Pulau Saint Martin.
Sebuah helikopter angkatan laut dan sebuah pesawat patroli maritim sedang melakukan pencarian udara untuk menemukan para korban selamat, katanya.
Di Meksiko
Sementara itu, Topan Tropis Beatriz menewaskan dua orang, membuat satu orang hilang dan 300 orang kehilangan rumah di Negara Bagian Oaxaca di Meksiko Selatan sebelum topan itu melemah jadi "sisa daerah tekanan rendah", Jumat (2/5).
Topan tersebut membawa hujan lebat pada Kamis larut malam, sehingga merusak tembok lumpur yang ambruk dan menewaskan seorang perempuan dan seorang anak perempuan yang berusia 14 tahun di permukiman pegunungan di Meksiko Tengah, masing-masing San Carlos Yautepec dan San Marcial Ozolotepec, kata pejabat setempat.
Pada Jumat, petugas pertolongan terus mencari saudara remaja perempuan itu, yang juga diduga telah tertimbun reruntuhan, kata beberapa pejabat negara bagian.
Air dari satu sungai meluap di Kota Kecil Santiago Astata, di Wilayah Isthmus Tehuantepec di negara bagian tersebut, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang. Peristiwa itu merusak beberapa rumah dan membuat 300 warga kehilangan tempat tinggal.
Air hujan merusak beberapa prasarana, dan para pejabat mengindentifikasi di 22 lokasi jalan raya sepanjang pantai, pegunungan dan tanah genting mengalami kerusakan.
Satu jembatan sepanjang 214 metr di atas Sungai Tequisistlan juga memerlukan perbaikan, setelah hujan mengguyur.
Sebanyak 10 penerbangan dibatalkan pada Kamis, sehingga hampir 900 wisatawan dipaksa bermalam lagi di tempat pelancongan Huatulco. Mereka diperkirakan bisa melanjutkan perjalanan mereka pada Jumat.
Gubernur Oaxaca Alejandro Murat mengatakan kepada media setempat bahwa para pejabat masih memperkirakan besarnya kerusakan dan menghitung jumlah korban, tapi ia berencana mengumumkan kondisi darurat untuk mempercepat datangnya bantuan.
Resiko banjir bandang yang mengancam nyawa di Oaxaca terus membayang, karena hujan akibat daerah tekanan rendaha, yang bergerak ke arah utara, kata Dinas Meteorologi Nasional (SMN). (*)
